Instruksi Sudah Turun, Karena Merasa Tidak Adil, Relokasi Pedagang Pasar Bawah Gagal Total
Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, rencana penataan kawasan dan relokasi pedagang Pantai Pasar Bawah justru menghadapi hambatan serius.--
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah. Pokdarwis Pasar Bawah bergerak cepat menyiapkan sarana pendukung, tenda dan sejumlah stand telah didirikan di kawasan wisata tersebut.
Persiapan itu dilakukan secara swadaya menggunakan dana pribadi tim Pokdarwis.
Dengan harapan pedagang dapat segera menempati lokasi baru sehingga kawasan menjadi lebih tertata.
Namun dinamika di lapangan berubah, pada hari pertama pelaksanaan relokasi. Para pedagang secara tiba-tiba membatalkan rencana kepindahan mereka.
Alasan utama yang muncul adalah adanya ketidakseragaman dalam penertiban di berbagai titik.
Roni menjelaskan, para pedagang mempertanyakan mengapa mereka tidak diperbolehkan berjualan di trotoar.
Sementara di lokasi lain masih terdapat pedagang yang berjualan di lahan terbuka tanpa adanya tindakan penertiban.
Situasi tersebut memunculkan persepsi ketidakadilan dan akhirnya membuat para pedagang memilih mundur.
“Mereka mempertanyakan kenapa kami tidak boleh berdagang di trotoar, sementara di Rukis masih ada yang berjualan di tanah lapang dan tidak ada tindakan dari Satpol PP. Akhirnya mereka mundur semua,” jelas Roni.
Kondisi itu membuat seluruh stand yang telah disiapkan di Pantai Pasar Bawah tidak terisi. Tenda yang telah berdiri selama kurang lebih satu minggu pun akhirnya dibongkar kembali.
Langkah tersebut diambil karena tidak ada kepastian lanjutan terkait relokasi serta tidak adanya pedagang yang bersedia menempati lokasi.
“Tenda sudah berdiri seminggu, tapi tetap kosong. Karena tidak ada kepastian dan pedagang tidak jadi pindah, akhirnya tenda ini kami bongkar. Kami sangat kecewa,” tegasnya.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi upaya penataan kawasan wisata, khususnya selama Ramadan 1447 Hijriah.
Relokasi sejatinya dirancang tidak hanya untuk menciptakan ketertiban dan keindahan kawasan, tetapi juga untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung serta memberi peluang usaha yang lebih tertata bagi pedagang.
Ketua Pokdarwis berharap ke depan terdapat ketegasan dan keseragaman dalam pelaksanaan penertiban. Menurutnya, kebijakan yang tidak dijalankan secara konsisten berpotensi menimbulkan resistensi di lapangan serta melemahkan kepercayaan pedagang terhadap program pemerintah.