Integritas Guru BS Disorot, Disdikbud Akan Lakukan Ini
Integritas guru disorot karena menjadi fondasi utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan bermartabat.--
Guru juga dituntut untuk mendidik siswa secara adil, tanpa membeda-bedakan latar belakang, kemampuan akademik, maupun kondisi sosial ekonomi siswa.
“Menepati janji kepada siswa, baik itu janji waktu maupun komitmen dalam pembelajaran, adalah hal sederhana tetapi sangat bermakna. Begitu pula dengan sikap adil dan tidak diskriminatif terhadap siswa. Dua hal ini merupakan contoh nyata integritas guru yang profesional,” ujar Lusi.
Tak kalah penting, ia juga menyinggung soal tanggung jawab guru dalam menjaga etika dan rahasia yang berkaitan dengan sekolah maupun negara.
Menurutnya, guru memiliki posisi yang strategis sehingga dituntut untuk bersikap bijak dalam menyampaikan informasi, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang publik.
Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kualitas pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap para guru.
Langkah ini dilakukan bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya pembinaan agar guru dapat terus berkembang secara profesional.
“Jika dalam pelaksanaan tugas ditemukan hal-hal yang keliru, tentu akan kami lakukan pembinaan dan pengarahan. Tujuannya agar guru bisa kembali ke jalur profesionalisme dan menjalankan tugasnya dengan baik,” jelas Lusi.
Ditambahkannya, pembinaan yang dilakukan akan mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif, sehingga para guru merasa didukung, bukan ditekan.
Dengan demikian, diharapkan tercipta suasana kerja yang positif dan saling menguatkan antara guru dan pemerintah daerah.
Menutup pernyataannya, harapannya agar seluruh pemangku kepentingan di dunia pendidikan dapat bersinergi dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, berkarakter dan berintegritas.*