Waspadai Potensi Inflasi Hingga 4,1 Persen
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu menggelar sarasehan ekonomi bersama Pemerintah Provinsi, Kamis 9 April 2026.--
Menanggapi hal tersebut, Asisten II Pemerintah Provinsi Bengkulu, RA Denni, menyampaikan bahwa seluruh pihak perlu bersinergi dalam menghadapi potensi tekanan ekonomi tersebut.
Ia menegaskan pentingnya kesiapan bersama antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Semua pihak harus bersiap bersama pemerintah dalam menghadapi kondisi ini, sembari berharap situasi global segera membaik dan ancaman inflasi tidak terjadi,” kata RA Denni.
Ia menambahkan, saat ini kondisi inflasi di Bengkulu masih tergolong stabil, meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komponen seperti harga tiket dan transportasi.
Namun demikian, upaya menjaga stabilitas ekonomi tetap harus menjadi prioritas utama.
"Perekonomian Bengkulu pada 2025 tumbuh sebesar 4,82 persen secara tahunan (year on year), meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 4,62 persen," kata RA Denni.
Lebih lanjut RA Denni menyampaikan sektor pertanian, perkebunan khususnya kelapa sawit dan kopi serta perikanan dan perdagangan masih menjadi penopang utama perekonomian Bengkulu.
“Stabilitas ekonomi daerah juga tercermin dari inflasi Bengkulu yang tetap terkendali pada level 2,7 persen secara tahunan pada 2025,” ujar RA Denni.
Untuk diketahui, kegiatan bertema “Diseminasi LPP Februari 2026 dan KFR Triwulan I 2026: Sinergi Moneter dan Fiskal Menjaga Stabilitas Aktivitas Produksi dan Distribusi di Tengah Tekanan Geopolitik” ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, RA Denni.*