Waspadai Potensi Inflasi Hingga 4,1 Persen
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu menggelar sarasehan ekonomi bersama Pemerintah Provinsi, Kamis 9 April 2026.--
BENGKULU - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu menggelar sarasehan ekonomi bersama Pemerintah Provinsi, perbankan, serta para penggiat ekonomi di Kota Bengkulu, Kamis malam, 9 April 2026.
Kegiatan ini membahas perkembangan ekonomi global serta dampaknya terhadap perekonomian daerah.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, mengungkapkan Sarasehan tersebut juga menyoroti berbagai dinamika ekonomi dunia yang dinilai berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi nasional hingga daerah, termasuk Provinsi Bengkulu.
BACA JUGA:Inflasi Bengkulu Maret 2026 Capai 2,85 Persen, Emas dan Ayam Jadi Penyumbang
BACA JUGA:Inflasi di Bengkulu Tembus 3,88 Persen, Mian: Harga Naik Sejalan dengan Daya Beli
"Salah satu perhatian utama adalah konflik global yang masih berlangsung, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi pusat dan daerah," kata dia.
Irfan juga mengungkapkan bahwa Bengkulu perlu mewaspadai potensi inflasi yang dapat meningkat cukup signifikan yaitu bisa mencapai 4,1 persen apabila konflik global tidak segera mereda dan nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan.
“Provinsi Bengkulu harus mempersiapkan diri menghadapi dampak ekonomi global. Jika kondisi ini berlanjut, inflasi berpotensi meningkat hingga 4,1 persen,” ujarnya.
BACA JUGA:Tekan Inflasi, Kejari Kaur Gelar Pasar Murah, Berikut Penjelasan Lengkapnya!
BACA JUGA:Emas dan Bahan Pokok Penyumbang Inflasi Terbesar di Provinsi Bengkulu
Menurutnya, tekanan ekonomi global dapat memengaruhi berbagai sektor, mulai dari harga komoditas hingga biaya distribusi, yang pada akhirnya berdampak pada daya beli masyarakat.
"Inflasi Bengkulu pada Maret 2026 tercatat sebesar 2,85 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mukomuko sebesar 3,83 persen, sedangkan Kota Bengkulu sebesar 2,52 persen," kata dia.
Di sisi lain, Irfan menyampaikan digitalisasi sistem pembayaran terus menunjukkan perkembangan positif.
"Hingga November 2025, jumlah pengguna QRIS di Bengkulu mencapai 267.952 orang dengan jumlah pedagang (merchant) sebanyak 229.532," lanjut Irfan .