Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, Dinkes Provinsi Lakukan Ini
BPOM Bengkulu menyelenggarakan kegiatan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi ASN dan masyarakat umum di Balai Kota Merah Putih, Senin 21 Januari 2026. Sumber Foto: SAPRIAN/RKa --
BENGKULU – Sesuai dengan program yang ada di Kementerian Kesehatan RI yang terus menggencarkan program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) gratis sebagai upaya pencegahan kanker serviks.
Program ini menyasar mulai dari anak perempuan umur 11 tahun hingga remaja dan dewasa di Provinsi Bengkulu, Senin 21 Januari 2026 Dinas Perovinsi Kesehatan Provinsi Bengkulu melaksnakan vasinasi HPV. Sedangkan untuk vasinasi anak-anak sekolah telh diberikan pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Gerakan Nasional 1 Juta vaksin HPV merupakan inisiatif KORPRI yang bekerja sama dengan BPOM dan Kementerian Kesehatan, yang diluncurkan pada Oktober 2025. Program ini menargetkan ASN perempuan, keluarga ASN, hingga masyarakat umum, dan akan dilaksanakan secara bertahap di 38 provinsi. Ini upaya eliminasi kanker serviks di Indonesia hingga tahun 2030.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Dr. drg. H. Edriwan Mansyur, MM mengatakan, bahwa vaksinasi HPV di Provinsi Bengkulu sudah berjalan dan menjadi bagian dari program imunisasi nasional.
“Vaksin HPV ini bertujuan untuk mencegah kanker serviks serta penyakit lain yang berkaitan dengan infeksi HPV. Program ini sudah berjalan dan digabungkan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Vaksinasi ini gratis karena sifatnya pencegahan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, vaksinasi HPV untuk anak sekolah dilaksanakan dengan pendampingan penuh dari petugas kesehatan, serta melibatkan pihak sekolah dan orang tua murid. Sebelum pelaksanaan, orang tua diberikan penjelasan dan persetujuan (informed consent) terkait manfaat dan tujuan imunisasi. Pelaksanaan vaksinasi HPV yang digelar di Balai Kota Bengkulu, yang merupakan bagian dari kegiatan BPOM dalam rangka peringatan hari jadi dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan.
Vaksin HPV jika dilakukan secara mandiri memiliki biaya yang relatif mahal, berkisar Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta, dengan tiga kali dosis pemberian, yakni dosis awal, dua bulan kemudian, dan enam bulan berikutnya. Melalui program nasional ini, masyarakat bisa mendapatkan vaksin dengan biaya jauh lebih ringan. Tadi yang mendaftar mencapai sekitar 150 ribu orang, dan mereka hanya membayar sekitar Rp 250 ribu dari harga normal. Sedangkan untuk anak sekolah tingkat SD tiak membayar atau gratis. Walupun ada biaya untuk dewasa antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit semakin meningkat. Program vaksinasi HPV juga diharapkan dapat diperluas hingga ke kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu aman dar HPV.