Kepala Desa Tanjung Aur, Supriyadi, membenarkan bahwa desanya tidak lagi memiliki akses internet sejak program gratis dihentikan.
Sebagian masyarakat terpaksa menggunakan layanan internet berbasis satelit dengan biaya mandiri, sementara sebagian lainnya tidak dapat mengakses internet sama sekali.
“Kami yang tinggal di daerah perbukitan ini memang banyak mengalami kesulitan. Selain akses mobilitas, kami juga kesulitan mendapatkan jaringan internet. Informasi yang berkembang di luar sering terlambat kami terima karena tidak ada jaringan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua BPD Sinar Mulya, Ahlan Budi Kusuma, mengatakan hilangnya akses internet membuat berbagai kegiatan berbasis digital tidak dapat diikuti.
Bahkan untuk komunikasi melalui telepon seluler pun kerap mengalami kendala.
“Jangan bicara program digitalisasi pemerintahan berjalan, untuk berkomunikasi lewat telepon seluler saja kami tidak bisa karena tidak ada jaringan internet,” tegasnya. *