Suku Bali Aga Tinggal Jauh dari Peradaban Modern, Tapi Ramai Wisatawan Berkunjung

Suku Bali Aga Tinggal Jauh dari Peradaban Modern, Tapi Ramai Wisatawan Berkunjung

Jumat 18 Apr 2025 - 12:13 WIB
Reporter : Bahman Hadi
Editor : Daspan Haryadi

KORANRADARKAUR.ID – Mungkin kebanyakan orang bahwa warga di Bali sudah sangatlah modern lantaran terkenal akan wisata dan ramai dikunjungi wisatawan. Namun Suku Bali Aga tinggal jauh dari peradaban modern.

Suku Bali Aga merupakan penduduk pertama asli Bali yang masih jauh dari peradaban modern sekarang. Bukan seperti warga Bali yang tinggal di dataran rendah yang sudah sangat modern.

Suku Bali Aga yang berdiam di wilayah Kintamani Kabupaten Bangli, tepatnya di area pegunungan yang jauh dari peradaban modern dan masih memegang teguh ajaran nenek moyang hingga sekarang.

Suku Bali Aga merupakan kelompok masyarakat asli mendiami Pulau Bali bahkan sebelum masuknya pengaruh Kerajaan Majapahit dan dikenal sebutan Bali Mula atau Wong Bali Mula berarti orang Bali asli. 

Tentu sangatlah berbeda dengan masyarakat Bali pada umumnya, Suku Bali Aga memiliki tradisi dan adat istiadat lebih tua dan hingga sekarang terjaga dari pengaruh dari luar.

Sehingga tradisi mereka masih tetap dilakukan dan kehidupan mereka yang masih sangat tradisional dan namun tempat berdim mereka masih ramai dikunjungi wisatawan dari manca negara.

BACA JUGA:Suku Tengger Terkenal Unik, Ada Tradisi Sembah Gunung Bromo

BACA JUGA:Suku Kajang Menolak Teknologi Modern, Hidup di Dalam Hutan, Berikut Ini Penjelasan Lengkapnya!

Dikutip dari laman kumparan.com, Suku Bali Aga yang jauh dari peradaban modern dan masih memegang teguh warisan leluhur yang tinggal di desa-desa pegunungan terisolir.

Dengan begitu, masyarakatnya lebih terpelihara dari pengaruh luar dan belum modern seperti warga di dataran rendah Bali yang sudah makin maju dan modern.

Bali merupakan Pulua Dewata yang indah dan mempesona bahkan sebagain besar warga dari luar negeri sangat kenal Pantai Bali yang elok dan indah serta ramai wisatawan berdatangan.

Suku yang sau ini di Bali memang masih memiliki sistem sosial, arsitektur, kesenian hingga kepercayaan dengan keunikan tersendiri yang mencerminkan budaya Bali pra-Hindu.

Walau penduduknya semakin sedikit, keberadaan Suku Bali Aga suatu bukti sejarah peradaban asli Pulau Dewata sebelum masuknya berbagai pengaruh dari luar. 

Suku ini berada sejak ribuan tahun silam dan jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Jawa ke Pulau Bali dan diyakini keturunan dari penduduk asli Austronesia yang pertama kali mendiami Pulau Bali.

Bahkan berdasarkan penemuan arkeologis, nenek moyangnya telah menghuni pulau ini sejak zaman prasejarah, ini dibuktikan ditemukannya berbagai artefak seperti sarkofagus dan nekara yang memiliki corak khas Austronesia. 

Kategori :