Martha Christina Tiahahu, Srikandi Muda yang Mati Kelaparan dalam Perjuangan, Mutiara dari Nusa Laut
Martha Christina Tiahahu sosok perempuan pemberani dari Maluku.-Sumber foto: Koranradarkaur.id-
Meski demikian, kehilangan itu tak memadamkan semangat Martha.
Ia tetap melanjutkan perjuangan dengan mengumpulkan kembali para pengikut ayahnya yang masih bertahan.
Akhir hidup Martha tragis.
Setelah kembali ditangkap oleh Belanda, ia dibuang ke Pulau Jawa.
Dalam perjalanan menggunakan kapal Eversten, Martha memilih mogok makan dan menolak pengobatan sebagai bentuk perlawanan.
Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya ia meninggal pada 2 Januari 1818. Jenazahnya kemudian dibuang ke Laut Banda atas perintah komandan kapal, Ver Huell.
Atas jasa dan pengorbanannya, Pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional kepada Martha Christina Tiahahu pada 20 Mei 1969.
Ia dikenang sebagai “Mutiara dari Nusa Laut”, sosok perempuan tangguh yang semangatnya tetap menginspirasi perjuangan bangsa hingga kini.*