Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Mau Beli Mobil Matic Honda Mobilio Bekas, Harus Perhatian Hal Ini

Mobil matic Honda Mobilio bekas. sumber foto: koranradarkaur.id--

KORANRADARKAUR.ID - Mobil metic saat ini kendaraan yang paling diminati banyak konsumen. Dipilihnya mobil matic karena mobil matic mudah digunakan dibandingkan dengan mobil manual.

Selian itu juga mobil matic memiliki efisiensi Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Saat ini selain unit baru juga unit bekas yang di jual di pasar otomotif Indonesia sudah cukup banyak.

Tentu bagi konsumen yang ingin membeli mobil matic Honda Mobilio bekas maka perlu diperhatikan berngaia hal pada kendaraan.

Ini penting jangan sampai konsumen rugi danharys mengeluarkan uang lebih untuk perbaikan mobil.

Honda Mobilio menjadi salah satu LMPV 7-seater yang banyak diminati karena memiliki konsumsi BBM yang irit dan juga nyaman berkat transmisi matik CVT (Continous Variable Transmission).

BACA JUGA:Mobil Matic untuk Perkotaan, Ini 7 Rekomendasi Terbaik! No 3 Jagoan Daihatsu

Namun dibalik kenikmatan CVT di Honda Mobilio, bagi yang ingin mengambil Honda Mobilio bekas, perlu waspada pada bagian transmisinya khususnya matik CVT. 

Apabila ingin membeli mobil matic Honda Mobilio selama transmisi CVT baik maka mobil tersbut sehat. Honda Mobilio dirawat dengan baik, tidak akan mengalami kerusakan sampai overhaul transmisi.

Rusaknya transmisi CVT karena pemakaiannya saja, banyak pemilik Mobilio yang kurang perhatian terhadap CVT, padahal CVT lebih rentan dibanding AT konvensional. Contohnya mobil sering dipakai muatan atau beban berlebih, kayak mobil dipakai taksol (taksi online) tapi telat ganti oli transmisi, dan pemakaian yang terlalu agresif, sehingga mobil mengalami kerusakan transmisi CVT.

Ada beberapa gejala transmisi matik di CVT Honda Mobilio yang sudah rusak, bisa dirasakan saat dilakukan test drive.

BACA JUGA:Dua Mobil Matic Honda Bagus untuk Usaha Grab, Honda Brio dan Mobilio

Gejalanya bunyi kasar atau dengung di transmisi, kemudian di RPM rendah dan tidak stabil endut-endutan, kemudian di kecepatan atas enggak pernah tercapai, rasio di atas susah dapat. Gejala dengung di area transmisi muncul diakibatkan karena bearing as puli di CVT sudah mengalami aus.

Paling sering karena selip, puli kan mutar, kalau dibiarkan terus menerus selip, sabuk baja yang seharusnya nyantol ke puli bisa jadi bisa putus atau ambyar,  atau bisa juga karena tekanan oli yang terganggu. Perbaikan atau overhaul transmisi CVT Honda Mobilio ini memakan biaya yang enggak sedikit mencapai Rp 4 juta sampai belasan juta.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan