Final Four Proliga 2025: Bikin Yolla Cs Ketar-Ketir, Gresik Petrokimia Semakin Memanas!
Final Four Proliga 2025-sumber foto: Koranradarkaur.id-
Dikutip dari www.tvonenews.com, kemenangan ini merupakan yang ketiga bagi Petrokimia dari enam pertandingan di babak final four Proliga 2025, yang mengantarkan mereka ke posisi kedua dengan perolehan 9 poin di klasemen sementara.
Tim asuhan Jeff Jiang itu juga berhasil menggeser Popsivo ke peringkat ketiga dengan 8 poin setelah meraih tiga kemenangan dari lima laga yang mereka jalani.
Kemenangan ini membuka peluang bagi Petrokimia untuk lolos ke grand final Proliga 2025, yang akan digelar di Yogyakarta pada 10-11 Mei mendatang.
Keberhasilan Megawati dan rekan-rekannya juga membuat Yolla Yuliana dan Popsivo merasa tertekan.
Selain menggeser posisi mereka, nasib Petrokimia juga akan ditentukan oleh pertandingan antara Popsivo dan Pertamina Enduro pada Minggu, 4 Mei 2025.
Jika Pertamina Enduro menang, Petrokimia berhak lolos ke babak grand final. Namun, jika Popsivo menang, maka mereka akan mendampingi Pertamina di grand final putri.
Pelatih Petrokimia, Jeff Jiang Jie, mengakui bahwa timnya bermain dengan baik dan jarang melakukan kesalahan. "Hasil hari ini membawa kami meraih kemenangan," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kunci kemenangan hari ini adalah performa baik dalam menerima bola dari semua pemain. "Hari ini, penerimaan dan passing anak-anak sangat baik," tambah pelatih.
Di sisi lain, pemain Petrokimia, Mediol Yoku, menyatakan bahwa mereka tidak merasakan tekanan yang berarti hari ini. "Kami dan teman-teman bisa lebih menikmati pertandingan," ungkapnya.
Sementara itu, asisten pelatih Electric PLN, Wem Suparman, mengatakan banyak kesalahan yang dilakukan oleh anak asuh Chamnan Dokmai. "Mungkin ada beban untuk memenangkan pertandingan, sehingga ada tekanan dari pemain," kata Wem Suparman.
Meski demikian, ia tetap optimis bahwa timnya akan tampil lebih baik di pertandingan berikutnya. "Apalagi jika kami bertanding untuk perebutan peringkat tiga, kami akan siap memberikan yang terbaik," tambahnya.
Kapten tim Electric PLN, Agustin Wulandari, mengakui bahwa kekalahan hari ini disebabkan oleh tekanan dari rekan-rekannya. "Tapi kami akan tetap berjuang untuk pertandingan selanjutnya," ujarnya.*