Restoran
Pak Beluk--
Belum lame ini, Pak Beluk dengan Merin makan di restoran. Pak Beluk mesan daging sapi bakar, sementara Merin mesan iga sapi.
Singkat ceritenye, pesanan lah sampai. Berhubung Pak Beluk empai pertama kali makan di restoran, jadi belum tahu care mainkan pisau daging. Jadi waktu netak daging sapi bakar ini tadi, dagingnye tegelincir yelah titik ke lantai.
"Ai mak," kate Merin sambil ketawe.
"Astaghfirullah, ai ce luk mane ini. Maluan aku ce," kata Pak Beluk sambil ketawe tipis.
Di sini Merin dengan Pak Beluk bingung. Daging yang titik ini tadi endak diambik, tapi jeme lah banyak nginak. Sementare endak mesan agi tanci Pak Beluk ini hane cukup bayar makanan yang titik ini tadi. Karena besaklah rase lapar ketimbang maluan. Daging titik ini tadi diambik Pak Beluk agi.
"Oom jangan itu udah kotor, pesan lagi aja," kate urang nginak Pak Beluk ngambik daging itu.
"Astaghfirullah, ketahuan," kate Merin sambil tetawe nutup mate pakai tangan.*