Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Perpusnas Targetkan Seluruh Desa di Kaur Miliki Perpustakaan Desa

Perpusnas RI target seluruh desa di Indonesia memiliki perpustakaan desa disampaikan Relima Perpusnas RI lokus Kabupaten Kaur, Yunianti, Ch.P, Kamis 4 Mei 2026--

BINTUHAN – Dinas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menargetkan seluruh desa di Indonesia memiliki perpustakaan desa sebagai bagian dari upaya mendukung program Generasi Emas 2045.

Program tersebut difokuskan untuk mencetak sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berkarakter kuat, inovatif serta mampu menguasai perkembangan teknologi.

Relima Perpusnas RI lokus Kabupaten Kaur, Yunianti, Ch.P mengatakan, hingga saat ini di Kabupaten Kaur baru 51 desa yang mendapatkan bantuan buku bacaan dari Perpustakaan Nasional.

Sementara itu, dari total 192 desa dan tiga kelurahan di Kabupaten Kaur, masih terdapat 141 desa dan tiga kelurahan yang belum menerima bantuan serupa.

BACA JUGA:Dinas Perpustakaan Kaur Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal

BACA JUGA:Pendaftaran Lomba Bertutur Perpusipda Segera Ditutup, Berikut yang Disampaikan ke Sekolah

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama sehingga pihaknya menggandeng Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Kaur untuk mendorong desa segera mendirikan perpustakaan desa.

“Untuk mendapatkan bantuan sebenarnya cukup mudah. Pemerintah desa wajib mendirikan perpustakaan desa dan meminta izin kepada Dinas Perpustakaan Daerah Kaur, kemudian mengajukan proposal bantuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proposal yang diajukan desa nantinya akan ditindaklanjuti bersama Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Kaur sesuai dengan program dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Selain program bantuan perpustakaan desa, Perpusnas juga memiliki program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ( TBBIS).

Melalui program tersebut, perpustakaan desa akan mendapatkan dukungan berupa sarana teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, akses internet atau WiFi serta buku-buku pengetahuan umum.

Program itu diharapkan mampu menjadikan perpustakaan desa sebagai pusat belajar masyarakat yang lebih aktif, terbuka dan inklusif.

Selain meningkatkan budaya membaca, keberadaan perpustakaan desa juga diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses informasi dan pengetahuan yang lebih luas.

“Karena itu desa wajib mengaktifkan atau menghidupkan perpustakaan desanya sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat,” terangnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan