51 Desa di Kaur Dapat Program Aksara Desa dari Perpusnas RI
Sebanyak 51 desa di Kaur mendapatkan program Aksara Desa dari Perpusnas RI, Senin 13 April 2026. Sumber foto: REGA/RKa--
BINTUHAN – Sebanyak 51 desa di Kabupaten Kaur mendapatkan program kegiatan Aksara Desa dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia melalui program Relima Perpusnas RI Lokus Kaur. Program ini bertujuan meningkatkan minat baca serta literasi masyarakat desa.
Dari total tersebut, delapan desa berada di Kecamatan Kaur Selatan, yakni Sinar Pagi, Air Dingin, Pasar Lama, Suka Bandung, Selasih, Pasar Saoh, Gedung Sako II, dan Padang Genteng. Kemudian lima desa di Kecamatan Nasal, yaitu Pasar Jumat, Sumber Harapan, Pasar Baru Nasal, Suka Jaya, dan Trijaya. Selain itu, dua desa di Kecamatan Maje juga menerima program ini, yakni Desa Kedataran dan Desa Pardasuka. Sementara sisanya tersebar di 13 kecamatan lain di Kabupaten Kaur.
Relima Perpusnas RI Lokus Kaur, Yunianti, C.Hp menjelaskan, program Aksara Desa ini diberikan khusus kepada desa yang telah menerima bantuan berupa buku dan rak buku perpustakaan desa dari Perpusnas RI.
BACA JUGA:Relima Perpustakaan Nasional Luncurkan Program Gerakan Literasi Sekolah di Kabupaten Kaur
BACA JUGA:Perpustakaan Kabupaten Kaur Maksimalkan Gerakan Literasi Membaca di Sekolah
Ia menegaskan, desa yang tidak menerima bantuan buku dan rak perpustakaan dari Perpusnas dipastikan tidak akan mendapatkan program Aksara Desa. Hal ini karena program tersebut merupakan tindak lanjut dari bantuan sarana perpustakaan yang telah diberikan sebelumnya.
“Program aksara desa ini baru diberlakukan untuk 51 desa yang sudah mendapatkan bantuan buku dan rak dari Perpusnas. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkala,” ujar Yunianti.
Program Aksara Desa diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif membaca serta memanfaatkan fasilitas perpustakaan desa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.
Dengan adanya program ini, pemerintah berharap budaya literasi dapat tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Perpustakaan desa tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi pusat kegiatan belajar dan pemberdayaan masyarakat.
“Kedepan kami berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak desa, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Kaur. Dengan demikian, peningkatan literasi dan minat baca masyarakat desa bisa terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kemajuan sumber daya manusia di daerah,” katanya.