Danrem 041/Gamas Pimpin Persiapan Latihan Gabungan
Rapat koordinasi terkait latihan gabungan kesiapsiagaan operasional penanggulangan bencana tahun anggaran 2026, Kamis 9 April 2026.--
BENGKULU - Komando Resor Militer (Korem) 041/Garuda Emas (Gamas) bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar rapat koordinasi terkait latihan gabungan kesiapsiagaan operasional penanggulangan bencana tahun anggaran 2026 di Gedung Pola Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis, 9 April 2026.
Kegian ini dilakukan dalam rangka menghadapi potensi bencana alam di wilayah Bengkulu dan meningkat serta memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya.
Komandan Korem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, S.E., M.Han, menyampaikan bahwa latihan kesiapsiagaan ini akan dilaksanakan selama enam hari, dimulai pada 13 hingga 19 April 2026. Adapun rangkaian kegiatan, lanjut dia akan diawali dengan latihan pos komando (posko) dari tanggal 13 hingga 16 April yang bersifat administratif, termasuk penyusunan skenario dan program teknis.
BACA JUGA:Danrem 041/Gamas Salurkan Bantuan ke Sumbar, 3 Truk Dilepas
BACA JUGA:Mutasi TNI 2025: Jabat Danrem 092 Maharajalila, Ini Dia Profil Brigjen TNI Mohammad Sjahroni!
“Selanjutnya, pada 17 hingga 19 April akan dilaksanakan latihan lapangan sebagai implementasi dari materi yang telah dilatihkan pada tahap posko,” ujar Brigjen Jatmiko.
Lebih lanjut, Brigjen Jatmiko menyampaikan pelaksanaan akan dilaksanakan di sejumlah lokasi antara lain kawasan Pantai Panjang, Pantai Zakat, Pantai MD Land, serta area Kampus UIN Fatmawati Bengkulu. Selain itu, unsur TNI AL melalui Lanal juga turut disiapkan sebagai bagian dari dukungan lokasi dan pelaksanaan latihan.
"Kegiatan ini merupakan program dari satuan atas yang pada tahun ini dilaksanakan di tiga provinsi, yakni Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Barat. Namun, Bengkulu menjadi titik fokus utama pelaksanaan latihan," Brigjen Jatmiko.
BACA JUGA:Kolonel Inf Hingga Brigjen TNI Jabat Danrem Usai Mutasi Terbaru
BACA JUGA:14 Jenderal Bintang 1 di Tubuh TNI Terkena Mutasi, Staf Khusus KSDA Hingga Danrem
Rapat koordinasi yang digelar bertujuan untuk menyinkronkan rencana kegiatan sejak awal, termasuk memberikan peringatan dini (early warning) kepada seluruh pihak terkait. Hal ini penting agar seluruh instansi dapat memahami peran masing-masing dan bekerja secara terpadu.
“Kita melibatkan berbagai instansi, seperti BPBD, sektor kesehatan, BMKG, serta lembaga terkait lainnya. Koordinasi harus dilakukan secara maksimal agar dalam pelaksanaan nanti tidak ada ego sektoral atau berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Pemerintah Provinsi Bengkulu, khususnya BPBD, dalam menyatukan dan mengoordinasikan seluruh unsur yang terlibat agar kegiatan berjalan efektif dan sesuai tujuan.
"Koordinasi harus dilakukan serapi mungkin agar pelaksanaan di lapangan tidak terkesan berjalan sendiri-sendiri atau bersifat ego sektoral. Karena itu, peran pemerintah provinsi, khususnya BPBD, menjadi sangat penting,” kata dia.