Libur Lebaran, PT RCI Tutup Sementara Penerimaan TBS, Cek Jadwalnya
Inilah penampakan truk yang sedang mengantri di kawasan PT RCI, Rabu 11 Maret 2026.--
BINTUHAN – PT Rukis Capital Investment (RCI) akan menutup sementara penerimaan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari pengepul atau pemasok luar menjelang libur Hari Raya Idulfitri 2026. Penerimaan TBS dari luar direncanakan terakhir pada 17 Maret 2026 dan akan dibuka kembali pada 27 Maret 2026.
Dengan demikian, para pengepul atau toke kelapa sawit masih memiliki waktu sekitar satu minggu kedepan untuk menjual buah sawit mereka ke PT RCI sebelum penutupan sementara diberlakukan. Setelah tanggal tersebut, pabrik tidak menerima TBS dari luar sampai operasional kembali normal setelah libur Lebaran.
Humas PT RCI, Novrizal mengatakan, hingga saat ini perusahaan memang belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait penutupan penerimaan TBS dari luar. Namun, berdasarkan rencana operasional pabrik, ada kemungkinan penerimaan TBS dari luar dihentikan sementara mulai 17 Maret 2026. Dia menjelaskan, kebijakan tersebut berkaitan dengan penyesuaian operasional pabrik menjelang libur Lebaran.
BACA JUGA:Program Replanting Sawit Bengkulu Selatan 2026 Tetap Berjalan, Luas Lahan Menyusut
BACA JUGA:Toyota Land Cruiser J40 Jadi Andalan Juragan Sawit, Dikenal Raja Jalan Becek
Pada masa tersebut biasanya aktivitas produksi menyesuaikan dengan jadwal kerja karyawan. Novrizal juga menyampaikan, hingga saat ini pasokan buah sawit dari luar yang masuk ke pabrik masih dalam kondisi normal. Rata-rata TBS yang diterima setiap hari berkisar antara 250 hingga 300 ton.
“Kalau untuk buah yang masuk ke pabrik belum ada peningkatan. Masih normal, sekitar 250 sampai 300 ton per hari,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah tersebut masih stabil dan belum menunjukkan lonjakan menjelang rencana penutupan sementara penerimaan buah dari luar. Pabrik tetap menerima buah dari pengepul sesuai kapasitas pengolahan yang ada.
Pihak perusahaan juga mengimbau kepada para pengepul agar mengatur jadwal pengiriman buah sebelum tanggal penutupan. Hal ini penting agar buah sawit tidak menumpuk di tingkat pengepul yang dapat mempengaruhi kualitas buah.
Selain itu, penyesuaian operasional pabrik juga bertujuan menjaga kelancaran produksi selama masa libur Lebaran. Meski penerimaan TBS dari luar dihentikan sementara, aktivitas di pabrik tetap berjalan sesuai kondisi yang ada.
Dengan adanya rencana penutupan sementara ini, para pengepul diharapkan dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menjual TBS ke pabrik. Setelah libur Lebaran selesai, penerimaan buah sawit dari luar direncanakan kembali dibuka pada 27 Maret 2026.
"Informasi ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi para pengepul sawit di wilayah Kabupaten Kaur. Agar tidak terlambat mengirimkan buah ke pabrik sebelum jadwal penutupan diberlakukan," terangnya.*