Entry Meeting BPKP Dimulai, Kaur Optimis APBD Tepat Sasaran
Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, MAP bersama Kepala BPKP Provinsi Bengkulu, Sugimulyo melaksanakan entry meeting, Selasa 10 Maret 2026. Sumber foto : UJANG/RKa--
BINTUHAN - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu, Selasa 10 Maret 2026, melakukan kunjungan kerja di Pemda Kaur dalam rangka koordinasi sekaligus entry meeting.
Kegiatan bertempat di ruang kerja Bupati Kaur. Kegiatan menjadi langkah dalam pelaksanaan evaluasi terhadap kualitas perencanaan dan penganggaran daerah tahun anggaran 2026.
“Melalui kegiatan ini, perencanaan dan penggunaan anggara APBD dapat semakin terukur, akurat dan akuntabel, sehingga program pembangunan benar-benar tepat sasaran, sesuai dengan apa yang telah diprogramkan,” kata Kepala BPKP Provinsi Bengkulu, Sugimulyo, Selasa 10 Maret 2026.
Dikatakannya, BPKP hadir sebagai mitra Pemerintah Daerah. Melalui evaluasi ini pihaknya akan membantu mengidentifikasi apakah proses perencanaan dan penganggaran tahun 2026 telah dirancang secara efektif untuk mencapai tujuan pembangunan yang diharapkan, sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan agar pengelolaan anggaran daerah semakin optimal. Sebab di tengah kondisi penurunan Transfer ke Daerah (TKD), Pemda dituntut semakin selektif dan strategis dalam mengalokasikan anggaran.
“Entry meeting atau pemeriksaan awal ini, ingin melihat bagaimana Pemda Kaur mengarahkan alokasi anggarannya untuk mendukung prioritas strategis nasional, khususnya pada lima sektor utama yaitu pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, peningkatan layanan kesehatan, penguatan sektor pendidikan, serta ketahanan pangan,” jelasnya.
Terpisah Bupati Kaur Gusril Paus, S.Sos, MAP mengatakan, keterlibatan BPKP sejak tahap perencanaan sangat krusial. Menurutnya, evaluasi dini ini berfungsi sebagai instrumen pengawasan yang akan memastikan Kabupaten Kaur melangkah dengan peta jalan pembangunan yang lebih matang dan minim risiko administratif. Perlu digarisbawahi beberapa sektor prioritas yang menjadi objek evaluasi mendalam, di antaranya bidang kesehatan dan penanggulangan stunting, kesehatan dan ketahanan pangan.
Lanjutnya, keberadaan BPKP ini sangat membantu Pemda Kaur dalam memitigasi potensi kesalahan sejak dini. Dengan perencanaan yang diawasi secara ketat, diharapkan pelaksanaan program di lapangan nantinya dapat berjalan lancar tanpa kendala hukum maupun hambatan teknis.
“Dengan langah yang ada maka optimis sinergi kuat dengan BPKP akan membawa perubahan signifikan bagi kemajuan daerah. Dengan tata kelola yang semakin profesional, visi mewujudkan pembangunan Kabupaten Kaur yang mandiri dan sejahtera diharapkan dapat segera terakselerasi di masa depan,” tutup Bupati.