Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Sering Terjadi Kecelakaan, DPRD Minta Tambahan Ambulans di Tebing Rambutan

Lokasi rawan Laka Lantas di Desa Tebing Rambutan Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur, Senin 23 Februari 2026.--

BENGKULU - Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Kaur–Bengkulu Selatan, Darhan, S.IP, meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu menambah armada ambulans melalui Program Bantu Rakyat di wilayah Desa Tebing Rambutan Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur.

Permintaan tersebut disampaikan Darhan dengan alasan, daerah ini kerap terjadinya kecelakaan lalu lintas. Ia menilai, penambahan ambulans sangat mendesak, guna mempermudah proses evakuasi korban kecelakaan.

“Kebetulan kemarin sesuai jadwal reses, saya reses di Desa Tebing Rambutan, Kecamatan Nasal. Saat itu terjadi kecelakaan mobil bus pengangkut penumpang. Korbannya meninggal dunia sekitar 10 orang, dan saya turun langsung ke lokasi,” ungkap Darhan saat menggelar Rapat Paripurna penyampaian hasil Reses bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu pada Senin 23 Februari 2026.

BACA JUGA:DPRD Provinsi Bengkulu Sampaikan Hasil Reses, Menariknya, Dewan Soroti Tentang Dana Ini

BACA JUGA:Sertifikat Terbit di Hutan Negara, DPRD Bengkulu Selatan Soroti Kasus SHM HPT Bukit Rabang

Ia menjelaskan, saat peristiwa tersebut terjadi, proses evakuasi korban terkendala karena ambulans Puskesmas setempat tidak mencukupi untuk mengangkut seluruh korban. Baik yang meninggal dunia, maupun yang mengalami luka-luka.

“Korban tidak terangkut semua dengan ambulans Puskesmas. Jadi ini sesuai Program Pak Gubernur Helmi tentang ambulans gratis untuk bantu rakyat, itu yang kita harapkan bisa didahulukan untuk Tebing Rambutan,” ujarnya.

Menurut Darhan, wilayah tersebut memang rawan kecelakaan. Karena kondisi geografis jalan yang berada di kawasan tebing batu dan tanjakan curam.

BACA JUGA:DPRD Provinsi Dukung Pemulangan Warga Bengkulu Terjebak Praktek TPPO, Gunakan Dana Baznas

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Polisikan Sopir Truk Sampah, Ini Reaksi DPRD

Meski jalan sudah beraspal, kontur jalan yang menanjak dan berkelok membuat kendaraan berat kerap mengalami kesulitan, terutama jika tidak dibantu kendaraan lain saat menanjak.

“Jalannya memang aspal, tapi itu tebing batu dan tanjakan. Hampir setiap bulan terjadi kecelakaan. Kalau tidak dibantu mobil lain saat menanjak, kendaraan sulit naik. Banyak sopir juga tidak terlalu mengenal kondisi jalan di sana,” jelasnya.

Ia menambahkan, lokasi tersebut berada di wilayah perbatasan antara Provinsi Bengkulu dan Provinsi Lampung. Meski secara administratif sebagian masuk wilayah Lampung, masyarakat Kecamatan Nasal kerap dijadikan akses terdekat untuk penanganan korban kecelakaan.

“Memang itu wilayah perbatasan Lampung, bukan murni wilayah Bengkulu. Tapi masyarakat kita mengambil akses terdekat. Kecamatan Nasal itu kan tidak ada batas yang jelas dalam kondisi darurat seperti kecelakaan,” katanya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan