Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Trijaya Target Ekonomi Mandiri 2026, Program Mulai Dijemput

Kepala Desa Trijaya, Yosef Arista targetkan bakal menjadi desa percontohan pengembangan ekonomi mandiri 2026, Rabu 11 Februari 2026.-Sumber foto: IST/RKa-

NASAL – Pemerintah Desa Trijaya Kecamatan Nasal menargetkan tahun 2026 menjadi desa percontohan pengembangan ekonomi mandiri. Komitmen ini ditegaskan pada Rabu, 11 Februari 2026.

Misi ini diiringi dengan program-program yang  pada pemanfaatan sumber daya alam dan peningkatan kemampuan wirausaha masyarakat.

Desa Trijaya telah memiliki potensi unggulan di sektor usaha kecil menengah. Pada bidang kerajinan, masyarakat mengembangkan batik besurek yang produknya telah dikenal hingga luar daerah. Sementara di sektor pertanian, desa ini memiliki ratusan hektare kebun kopi produktif.

BACA JUGA:Baru Awal Tahun, Delapan Warga Trijaya Bakal Diusulkan Bantuan kWh Gratis

BACA JUGA:Empat Warga Desa Trijaya Terima Bantuan kWh Listrik Gratis

Bahkan, merek Kopi Girita Kaur diketahui berasal dari desa tersebut dan menjadi salah satu produk kebanggaan masyarakat setempat.

Kepala Desa Trijaya, Yosef Arista menegaskan, pada 2026 desanya harus menjadi pelaku ekonomi mandiri sekaligus contoh bagi desa lain di Kabupaten Kaur.

Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah desa akan aktif menjemput program dari pemerintah kabupaten, mulai dari pelatihan peningkatan kapasitas, pendampingan usaha, hingga pengembangan pemasaran berbasis digital.

BACA JUGA:Desa Trijaya Siap Kembangkan Potensi Lewat PDI BRIN, Begini Kata Kades

BACA JUGA:Antisipasi Keselamatan, Warga Trijaya Lakukan Tebas Bayang Swadaya

Dikatakannya, walaupun letak Desa Trijaya berada di wilayah perbukitan dan jauh dari akses jalan lintas utama. Bukan menjadi hambatan dalam mengembangkan potensi ekonomi.

Justru kondisi tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Walaupun kami berada di desa perbukitan, SDM kami mampu bersaing. Produk UMKM seperti batik besurek dan kopi dari desa ini sudah dikenal luas,” ujarnya.

Selain memperkuat usaha yang sudah ada, pemerintah desa juga menargetkan generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi ke depan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan