Bank Bengkulu Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program KUR Mikro
Bank Bengkulu Tawarkan KUR Bunga 6 Persen syarat dan ketentuan sebagai berikut.--
KORANRADARKAUR.ID - Bank Bengkulu kembali meluncurkan program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan suku bunga ringan sebesar 6 persen per tahun sebagai upaya mendorong pertumbuhan dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Bengkulu.
Melalui program ini, Bank Bengkulu memberikan fasilitas pembiayaan dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta serta tenor pengembalian maksimal lima tahun.
Skema KUR ini diharapkan mampu membantu para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya dengan cicilan yang terjangkau serta proses pengajuan yang relatif cepat dan mudah.
BACA JUGA:KUR Bank Bengkulu Untuk UMKM, Plafon Hingga Rp 500 Juta
BACA JUGA:Jelang Akhir Tahun, Selasa Hari Terakhir Layanan Operasional Bank Bengkulu Kaur
Untuk kategori KUR Mikro, Bank Bengkulu menyediakan pembiayaan dengan nilai pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta.
Jangka waktu pengembalian untuk modal kerja ditetapkan maksimal tiga tahun dan dapat diperpanjang hingga empat tahun melalui mekanisme restrukturisasi.
Sementara itu, untuk pembiayaan investasi, tenor pinjaman maksimal lima tahun dan dapat diperpanjang hingga tujuh tahun.
BACA JUGA:Cegah Peredaran Upal, Cek di Sini Langkah Bank Bengkulu Cabang Bintuhan
BACA JUGA:BABE Cash Bank Bengkulu di Bintuhan, Peminatnya Capai 78 Persen
Calon penerima KUR Mikro diwajibkan memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal enam bulan dan dinilai layak untuk mendapatkan pembiayaan.
Suku bunga yang dikenakan sebesar 6 persen untuk pengajuan pertama, kemudian meningkat sebesar satu persen untuk setiap pengajuan berikutnya.
Bank Bengkulu juga memberikan kesempatan kepada pelaku usaha yang sebelumnya menerima KUR Super Mikro untuk naik kelas dan mengajukan KUR Mikro sebagai permohonan pertama.
Selain itu, penerima KUR Mikro belum pernah mendapatkan pembiayaan komersial sebelumnya, kecuali untuk jenis kredit tertentu seperti kredit konsumsi rumah tangga, pembiayaan ultra mikro dengan plafon maksimal Rp20 juta, serta pinjaman berbasis digital.