Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Benda Pusaka Yang Disenangi Ustad Das’ad Latif, Bentuknya Pipih dan Perut Buncit

Benda pusaka jenis badik merupakan senjata yang pendek dan sangat tajam disukai Ustad Das’ad Latif yang merupakan warisan leluhur. Sumber foto: Koranradarkaur.id--

KORANRADARKAUR.ID – Benda pusaka di Makasar berupa badik merupakan senjata ciri khas peninggalan leluhur.

Senjata tajam ini salah satu senjata yang disenangi Ustad Das’ad Latif yang merupakan seorang ulama terkenal.

Pusaka dengan bilahnya pipih dan perutya buncit sangatlah tajam.

Benda Pusaka Badik jenis Taeng dan Panjarungang yang sangat terkenal oleh masyarakat di Makasar. Senjata mempunyai simbol dengan identitas harga diri dan perlindungan diri. Senjata yang bisa mematikan ini merupakan warisan budaya yang sangat dikenal.

Senjata yang bentuknya pendek tapi berperut buncit sangatlah tajam dan membanggakan. Bilah besi yang kuat pada bagian ujungnya runcing. Selain badik ada pula Alameng dan keris. 

Senjata pusaka badik merupakan khas yang memiliki nilai filosofis dan magis yang sangat tinggi. Senjata tajam ini sangat berguna dan mematikan disebut badik sari. Ada dua badik yaitu, Taeng artinya perut buncit dan ada juga Panjarungang artinya perut tidak terlalu buncit.

BACA JUGA:Pusaka Piso Gaja Dompak, Senjata Sisingamangaraja XII Memiliki Kesaktian Taktertandingi

Senjata badik mudah disimpan ketika berpergian dan senjata ini memiliki nilai sejarah. Badik senjata tajam tradisional khas masyarakat di Sulawesi Selatan (Sulsel). Senjata ini sangat ampuh dimiliki Suku Bugis, Makassar dan Mandar. Senjata bukan hanya untuk alat pertahanan diri tetapi warisan luluhur yang mempunyai nilai magis, simbol kejantanan dan harga diri.

Senjata sebagai warisan turun temurun ini dipercaya memiliki kekuatan spiritual tertentu. Jenis badik ada Badik Lompo Battang di Makassar dengan ciri khas bilah yang buncit atau lebar pada bagian tengah. Kemudian bagian ujung yang runcing yang melambangkan kemakmuran dan keberanian.

Sedangkan Badik Gecong, merupakan senjata pusaka suku bugis memiliki bilah lebih ramping dan panjang. Senjata ini sangat tekenal dan banyak yang mencarinya untuk dikoleksi dengan kualitas besi sangat bagus. Kemudian badik laca yang memiliki yang juga sangat terkenal yang sering dikaitkan dengan tradisi juga harga diri dan badik luwu. Senjata badik disukai Ustad Das’ad Latif seorang penceramah pernah digunakan oleh para pejuang di Sulsel yang dikenal sangat kuat dan mempunyai kekuatan magis.

Sehingga senjata ini hingga kini tetap menjadi senjata yang pernah dimanfaatkan diacara upacara adat. 

Senjata pejuang dalam melawan penjajah yang sangat ditakuti karena bisa mematikan walau bentuknya pendek, namun sangat tajam. Para pejuang dalam membela bangsa dengan senjata badik yang dapat menambah keberanian dan percaya diri ketika mengusir musuh dari tanah pertiwi. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan