Badai, Lapak 5 Pedagang di Central Kuliner Rusak Atap Beterbangan
Inilah penampakan warung pedagang rusak di kawasan Central Kuliner atau MPP Desa Pasar Baru Kecamatan Kaur Selatan, Rabu 21 Januari 2025.-Sumber foto: IST/RKa-
BINTUHAN – Hujan deras disertai angin kencang (badai) menghantam kawasan Central Kuliner atau Mall Pelayanan Publik (MPP) Desa Pasar Baru Kecamatan Kaur Selatan. Mengakibatkan lapak lima pedagang hancur, Selasa 20 Januari 2026 sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan menyebabkan kerusakan cukup parah pada bangunan warung.
Lima warung yang terdampak masing-masing warung nasi urap milik Sri Maryati (48), warung bubur ayam milik Muhidin (47), warung nasi kuning milik Sujito, warung nasi bakar milik Yeni, serta warung nasi goreng milik Desi.
BACA JUGA:Dihantam Badai, Atap Dua Warung di Kawasan MPP Bintuhan Terbang
BACA JUGA:87 CPNS Kaur Jadi PNS Penuh Diperkirakan 1 Mei 2026
Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap, dinding, dan rangka bangunan akibat terjangan angin kencang. Para pemilik warung mengalami kerugian yang ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua warung milik Sri Maryati dan Muhidin sebelumnya juga sempat rusak akibat badai yang terjadi pada Senin 19 Januari 2026.
Setelah kejadian tersebut, kedua pemilik warung langsung melakukan perbaikan agar bisa kembali berjualan. Namun, badai kembali terjadi keesokan harinya dengan kekuatan yang lebih besar.
BACA JUGA:5 Rumah di Kaur Diterjang Badai, Begini Kondisinya
BACA JUGA:Badai, 5 Hari Nelayan Libur Melaut, Babinpotmar Sampaikan Pesan Ini
Arvita Marlia (52), salah seorang pedagang di kawasan MPP menjelaskan, badai yang terjadi pada Selasa sore menyebabkan kerusakan lebih luas dibandingkan hari sebelumnya.
Dua warung yang baru diperbaiki kembali rusak, sementara tiga warung lainnya ikut terdampak sehingga total terdapat lima warung yang hancur.
Menurutnya, kondisi bangunan warung yang relatif ringan membuatnya mudah rusak saat diterpa angin kencang. Meski demikian, para pedagang tidak tinggal diam.
Mereka bergotong royong memperbaiki warung yang rusak dengan dibantu sejumlah tenaga kerja dari Kantor MPP.