Pusaka Bajul Giling Jaka Tingkir, Kebal Dari Macam Senjata
Benda pusaka Bajul Giling milik Jaka Tingkir merupakan pusaka yang sangat kuat dan bisa melindungi diri dari senjata tajam. Sumber foto: Koranradarkaur.id--
KORANRADARKAUR.ID – Pusaka Bajul Giling merupakan benda pusaka Jaka Tingkir yang konon kabarnya kebal dari macam senjata.
Terbukti kesaktian Joko Tingkir yang begitu melegenda di tanah Jawa tidak bisa dilepaskan dari pusaka berupa ikat pinggang Timang Kyai Bajul giling. Pusaka yang diberikan gurunya Ki Buyut Banyu Biru atau Ki kebo Kanigoro.
Benda pusaka yang konon dibuat dari biji baja murni yang diambil dari dalam gumpalan magma lahar Gunung Merapi. Lalu menggunakan kulit buaya dengan kekuatan gaibnya biji baja murni. Pembuatan pusaka berdasarkan babad Jawi dan babad Pengging. Pusaka ini bisa dipakai siapa saja maka ia akan jadi kebal dari senjata tajam dan ditakuti semua binatang buas.
Benda pusaka ini selain kekuatan alami yang dimiliki oleh inti biji baja murni, adanya kekuatan Raja berkekuatan gaib dan berkulit buaya. Sehingga sangat kuat dan bisa mengalahkan musuh dan man dari senjata tajam. Kekuatan dan keampuhan ikat pinggang dibuktikan sendiri oleh Joko Tingkir atau maskarebet. Joko Tingkir juga berguru ke Sunan Kalijogo dan Ki Ageng Selo lalu disuruh untuk mengabdi Ke Keraton Demak Bintoro di Kesultanan Demak. Dengan pusaka yang ia miliki dirinya makin terkenal dengan kekuatan yang sangat luar biasa.
Waktu itu, Joko Tingkir melamar sebagai pengawal pribadi dan pandai menarik simpati Raja Demak Sultan trenggono sehingga dia diangkat menjadi kepala prajurit Demak berpangkat Lurah Wira Tamtama. Ia sempat ditugaskan menyeleksi penerimaan prajurit baru. Lalu datanglah pelamar bernama Dadung Dawuk yang sombong dan suka pamer ketika di hadapan Joko Tingkir Dadung Dawuk tidak ingin diseleksi. Akhirnya menjajal kesaktian dari Joko Tingkir karena merasa diremehkan Joko Tingkir sakit hati dan tidak bisa menahan emosinya sehingga Dadung Dawuk ditusuk dengan sadak kinang yang menembus jantungnya akibatnya Joko Tingkir pun dipecat dari ketentaraan dan diusir dari Demak.
Sementara Dadung Dawuk juga merupakan kerabat Kesultanan Demak kepergiannya menimbulkan rasa sedih yang mendalam pada kawan-kawan. Setelah kejadian tersebut, Dirinya sempat belajar ilmu di Gunung Lawu salah satunya adalah dengan merendam diri dalam Sungai yang dingin dengan tujuan dapat mengendalikan hawa nafsu dalam diri Joko Tingkir. Setelah beberapa bulan lamanya Joko Tingkir menimba ilmu Ki Buyut Banyu Biru.
Lalu bersama benda pusakanya Joko Tingkir kembali menghadap Raja Demak setelah menerima bermacam ujian baik melawan buaya muapun mengalahkan banteng yang sangat kuat. Atas kekuatan Joko Tingkir dirinya diampuni dan diterima kembali di kerajaan Demak oleh raja dan diangkat sebagai pemimpin Laskar Tamtama.