Malam Tahun Baru, Simak Larangan Bagi Umat Muslim
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kaur Selatan, Yaswan Sumantri, S.Sos, MH ajak warga tidak meniup terompet tahun baru, Senin 22 Desember 2025.-Sumber Foto: REGA/RKa-
BINTUHAN – Menjelang pergantian tahun, umat Islam di Kabupaten Kaur diimbau untuk tidak ikut dalam tradisi meniup terompet saat perayaan malam tahun baru.
Imbauan ini disampaikan karena dalam ajaran Islam tidak dikenal dan tidak diajarkan kebiasaan meniup terompet sebagai bagian dari perayaan.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kaur Selatan, Yaswan Sumantri, S.Sos, MH mengatakan, perayaan tahun baru seharusnya dimaknai secara lebih bijak dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
BACA JUGA:Tradisi Menyambut Lebaran Umat Islam Penuh Kegembiraan
BACA JUGA:Tradisi Rutin Lebaran Umat Islam, Begini Manfaatnya untuk Masyarakat
Menurutnya, meniup terompet dalam perayaan tersebut dapat masuk dalam kategori syubhat, yakni perkara yang tidak jelas status hukumnya, apakah diperbolehkan atau justru dilarang dalam Islam.
“Dalam Islam tidak ada ajaran atau tradisi meniup terompet saat pergantian tahun. Karena itu, sebaiknya umat Islam menghindarinya dan tidak ikut-ikutan,” ujar Yaswan.
Dia menambahkan, umat Islam dianjurkan untuk mengisi momen pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bernilai ibadah.
BACA JUGA:Sambut Lebaran Umat Islam, Antrean BBM di SPBU Mengular
BACA JUGA:Hari Raya Umat Islam Diwarnai Tradisi Unik Hingga Ronjok Sayak
Pergantian waktu, menurutnya, merupakan nikmat besar dari Allah SWT yang seharusnya disyukuri, bukan diisi dengan aktivitas yang tidak memiliki landasan keagamaan.
Hal senada juga disampaikan Pengurus Yayasan Hidayatullah di Desa Suka Menanti Kecamatan Maje Asparudin, S.Sos.
Dia mengajak umat Islam untuk memanfaatkan malam pergantian tahun dengan memperbanyak amalan sunah, seperti berdzikir, berdoa, serta melakukan muhasabah atau introspeksi diri.
“Islam mengajarkan kita untuk bersyukur setiap waktu, karena Allah telah memberikan banyak nikmat, termasuk nikmat waktu yang sangat berharga bagi manusia,” kata Asparudin.