Kaur Siaga Cuaca Ekstrem, Bibit Siklon 91S Ancam Pesisir Barat Sumatera
Inilah penampakan bibit Siklon 91S yang berhasil ditangkap BMKG-Sumber foto: IST/RKa-
NASAL – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta merilis keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S yang terpantau muncul di Samudra Hindia dan masih menunjukkan aktivitas signifikan.
Dalam laporan resmi BMKG, pusat sirkulasi bibit siklon ini berada di sekitar koordinat 4.9 derajat Lintang Selatan – 96.1 derajat Bujur Timur, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot atau sekitar 37 km/jam, serta tekanan udara minimum 1008 hPa. Kondisi atmosfer tersebut menjadi pemicu meningkatnya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG menyampaikan, daerah yang berpotensi terdampak adalah provinsi Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung terutama di wilayah pesisir barat yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Mengintai, Forkopimda Bengkulu Selatan Kompak Tangani Hadapi Potensi Bencana
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diminta Waspada Saat Melintas di 3 Titik Lokasi Rawan Longsor Ini
Potensi yang muncul berupa hujan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran maupun nelayan tradisional.
Menanggapi perkembangan bibit siklon ini, Pjs Kades Merpas, Agung Purnawan, ST mengimbau, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Dia menjelaskan, bibit siklon tidak hanya memicu hujan lebat, tetapi juga berpotensi menimbulkan gelombang tinggi yang dapat membahayakan para nelayan.
Karena itu, dia meminta warganya, khususnya yang bekerja di sektor kelautan, untuk tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi cuaca belum stabil.
BACA JUGA:Karena Cuaca Ekstrem, PLN Lakukan Perbaikan JTM
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, Wabup Kaur Ingatkan Masyarakat Untuk Waspada Bencana
“Iya, berdasarkan pemberitahuan BMKG, bibit siklon sudah muncul dan bergerak di sekitar perairan Sumatera. Kehadiran bibit siklon ini dapat menyebabkan curah hujan ekstrem dan gelombang laut tinggi yang sangat berisiko bagi keselamatan,” ujarnya.
Agung menambahkan, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kaur beberapa hari terakhir diduga kuat berkaitan dengan pergerakan Bibit Siklon Tropis 91S tersebut. Dia meminta masyarakat terus mengikuti informasi cuaca terbaru dari pihak berwenang serta memprioritaskan keselamatan dalam beraktivitas.
BMKG memperkirakan dampak tidak langsung dari bibit siklon ini masih akan terasa hingga tanggal 15 Desember 2025 sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan daerah rawan banjir.
"Kami berharap, masyarakat terutama di daerah pesisir untuk tetap waspada. Jangan sampai, memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca sedang tidak bersahabat karena berpotensi terjadi hal yang tidak diinginkan," terangnya.*