Solusi Permanen Kelangkaan BBM, SPBU Baru Siap Dibangun di Bengkulu Selatan, Ini Kata Bupati
Pemkab BS secara resmi menyatakan SPBU baru siap dibangun di BS, dan menjadi langkah utama untuk mengatasi krisis distribusi BBM yang terus berulang setiap tahun. Sumber foto : ROHIDI/RKa--
BENGKULU SELATAN (BS) - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa waktu lalu di BS akhirnya mendorong pemerintah daerah mengambil keputusan strategis yang lebih berani.
Pemkab BS secara resmi menyatakan SPBU baru siap dibangun di BS, dan menjadi langkah utama untuk mengatasi krisis distribusi BBM yang terus berulang setiap tahun.
Bupati BS H. Rifai Tajuddin, S.Sos menegaskan, jumlah SPBU yang ada saat ini sudah jauh dari memadai.
Dengan meningkatnya jumlah kendaraan, aktivitas ekonomi, mobilitas penduduk, serta kebutuhan energi di berbagai sektor, empat SPBU yang beroperasi saat ini, SPBU Tanjung Raman, SPBU Kutau, SPBU Ibul, dan SPBU Ulu Manna sudah tidak mampu menampung kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA:Suzuki Grand Vitara Hybrid 2025 Mesin 1.5L K15C, Efisiensi, Harganya Mencapai Rp 402,35 Juta
“Kami sudah memutuskan bahwa solusi yang paling realistis dan jangka panjang adalah pembangunan SPBU baru. Bengkulu Selatan tidak bisa terus-menerus bergantung pada SPBU saat ini yang daya layannya sudah overload,” kata Rifai.
Menurutnya, krisis BBM bukan lagi persoalan distribusi semata, tetapi sudah menjadi hambatan serius bagi stabilitas ekonomi daerah.
Banyak pelaku usaha yang mengaku terganggu karena waktu operasional tersedot habis untuk mengantre BBM.
Para sopir angkutan barang bahkan kehilangan 50 persen produktivitas harian akibat keterlambatan pengisian bahan bakar.
Rifai mengungkapkan, pemerintah telah mengajukan rencana pembangunan SPBU baru ke pihak Pertamina sebagai pemegang otoritas perizinan.
Lokasi yang diusulkan juga sedang dikaji dengan mempertimbangkan aksesibilitas, kepadatan penduduk, serta potensi pemerataan layanan BBM di seluruh wilayah Bengkulu Selatan.
“Kalau kita hanya mengawasi dan menindak pelanggaran tanpa menambah fasilitas, masalah ini tetap akan terjadi. Penambahan SPBU adalah kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar wacana,” tegasnya.
Meski demikian, Bupati menegaskan langkah pembangunan SPBU ini akan tetap dibarengi tindakan jangka pendek melalui penertiban pengunjal (penimbun) yang kerap memperkeruh situasi.