Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Kontrak Wifi Pemda Habis, Daerah Blank Spot Mulai Kebingungan Akses Internet

Kepala Desa Tanjung Aur, Supriyadi menjelaskan, Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje selain sulit jalan juga sulit akses internet. Sumber foto; REGA/RKa--

MAJE — Sejumlah desa blank spot di Kecamatan Maje dan Kecamatan Nasal mulai mengalami kesulitan memperoleh akses internet.

Kondisi ini terjadi setelah layanan jaringan I-Conet+ milik Pemerintah Kabupaten Kaur putus kontrak dengan anak perusahaan PT PLN Persero tersebut.

Putusnya layanan internet gratis tersebut membuat masyarakat di desa-desa yang selama ini sangat bergantung pada jaringan itu kini harus mencari alternatif demi tetap bisa terkoneksi.

Di Kecamatan Maje terdapat tiga desa terdampak, yakni Desa Penyandingan, Desa Tanjung Aur, dan Desa Sinar Mulya. Sementara di Kecamatan Nasal terdapat sembilan desa yang terputus aksesnya, yaitu Desa Bukit Indah, Pasar Jumat, Suka Jaya, Muara Dua, Sumber Harapan, Air Palawan, Air Batang, Trijaya, dan Sinar Banten. Hilangnya akses internet ini membuat sebagian warga terpaksa memasang jaringan wifi pribadi, sementara warga yang kondisi ekonominya terbatas hanya bisa mencari titik-titik tertentu yang masih bisa menangkap sinyal meskipun tidak stabil.

Kepala Desa Tanjung Aur, Supriyadi menjelaskan, jaringan I-Conet+ telah tidak berfungsi sejak dua bulan terakhir. Padahal selama ini masyarakat memanfaatkan internet gratis tersebut untuk kebutuhan sehari-hari seperti mengakses media sosial, belajar daring, hingga komunikasi kerja. Tanpa jaringan itu, warga kini harus mencari sinyal ke lokasi tertentu yang kerap berubah-ubah kualitasnya. 

"Untuk warga yang memiliki uang memilih memasang modem penguat sinyal atau wifi pribadi. Sementara yang tidak mampu kadang hanya bisa numpang ke tetangga, atau cari sinyal ke tempat-tempat tertentu,” ujar Supriyadi.

Sementara di Desa Sinar Mulya, mayoritas warga kini beralih menggunakan jaringan wifi pribadi dengan sistem voucher karena penggunaan modemtidak dapat menjangkau sinyal di wilayah tersebut. Pengguna wifi sistem vocer ini lebih fleksibel dalam menyesuaikan kebutuhan internet. Sedangan masyarakat yang tidak memasang jaringan wifi, sesekali harus keluar desa untuk mencari internet. Sebab wifi sistem vocer tidak bisa berbagi jaringan.

“Sejak internet gratis dari Pemda ini habis kontrak, masyarakat mulai kebingungan mencari internet. Terpaksa mereka memasang jaringan pribadi,” ungkap Ahlan Budi Kusuma Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sinar Mulya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan