Apple Kurangi Produksi iPhone 17 Air, Penjualan Lesu di Barat Tapi Meledak di China
Apple kembali menjadi sorotan industri teknologi setelah laporan terbaru mengungkap, rencana perusahaan untuk kurangi produksi iPhone 17 Air.-Sumber foto : koranradarkaur.id-
KORANRADARKAUR.ID - Apple kembali menjadi sorotan industri teknologi setelah laporan terbaru mengungkap, rencana perusahaan untuk kurangi produksi iPhone 17 Air, salah satu varian paling tipis dan ringan dalam jajaran iPhone terbaru mereka.
Langkah ini disebut sebagai respons terhadap penjualan yang tidak sesuai ekspektasi di sejumlah pasar besar, terutama di wilayah Amerika Utara dan Eropa.
Informasi ini berasal dari firma investasi dan sekuritas asal Jepang yang memiliki jaringan kuat dalam rantai pasokan industri ponsel global.
Berdasarkan laporan tersebut, Apple akan mengurangi jumlah produksi iPhone 17 Air sebanyak satu juta unit tahun ini.
Keputusan tersebut cukup mencolok, mengingat varian lain dari seri iPhone 17 justru menunjukkan tren penjualan yang jauh lebih positif.
Menurut sumber itu, iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max menjadi dua model yang paling diminati konsumen kelas atas.
Bahkan, angka penjualannya dilaporkan melampaui pencapaian seri iPhone 16 Pro pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, iPhone 17 versi standar juga tampil kuat di pasar global dengan peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya.
BACA JUGA:Baru Diluncurkan, iPhone 17 Air Terancam Tak Laku di Pasaran, Ternyata Ini Penyebabnya
BACA JUGA:Ngeri Mak! Harga iPhone 17 Pro Max Tembus Rp43 Juta, Bisa Buat Beli Mobil Bekas!
Namun, situasi berbeda dialami oleh iPhone 17 Air, model yang awalnya diprediksi akan menjadi bintang baru berkat desainnya yang ultra-tipis dan bobot paling ringan dalam sejarah iPhone.
Alih-alih meraih penjualan gemilang, varian ini justru menghadapi penurunan minat yang cukup tajam di pasar barat.
Menariknya, di saat pasar Amerika dan Eropa terlihat dingin, China justru menunjukkan antusiasme luar biasa terhadap iPhone 17 Air.
Setelah sempat tidak tersedia saat peluncuran global karena kendala regulasi eSIM, kini perangkat tersebut resmi hadir di pasar Tiongkok dan langsung diserbu pembeli.