Selain Utang, DPRD Temukan Ini di RSUD HD Manna
DPRD BS bukan hanya menemukan utang besar tapi banyak kerusakan di RSUD HD Manna. Sumber foto : ROHIDI/RKa--
BENGKULU SELATAN (BS) – Kondisi sarana dan prasarana di RSUD Hasanuddin Damrah (HD) Manna kembali menjadi sorotan. Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD BS bukan hanya menemukan utang besar yang ada di rumah sakit tersebut. Namun, ternyata banyak kerusakan di RSUD HD Manna. Sejumlah fasilitas di rumah sakit milik pemerintah daerah itu dalam kondisi memprihatinkan dan belum memenuhi standar pelayanan kesehatan.
Hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Pansus menunjukkan masih banyak bagian bangunan dan peralatan medis yang mengalami kerusakan dan perlu segera diperbaiki. Temuan tersebut menimbulkan keprihatinan, mengingat RSUD Hasanuddin Damrah merupakan rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat di BS, Seluma, dan Kaur.
“Memang ada beberapa yang tidak layak, baik bangunan maupun fasilitas di dalam ruangan. Ini harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah,” ujar anggota Tim Pansus DPRD BS Iin Setiawan.
Menurut Iin, tim DPRD meninjau langsung berbagai aspek, mulai dari administrasi, pelayanan, hingga kondisi sumber daya manusia (SDM). Dari hasil pengecekan di lapangan, masih banyak sarana penunjang yang tidak berfungsi maksimal, bahkan beberapa ruangan tampak kurang terawat.
BACA JUGA:RSUD HD Manna Terlilit Utang Rp 25 Miliar, Pansus DPRD Bengkulu Selatan Telusuri Aliran Dana
BACA JUGA:DPRD Sidak ke RSUD HD Manna, Ungkap Temuan Utang, Dorong Penerapan SIMRS
Ia menilai, jika kondisi tersebut tidak segera dibenahi, pelayanan terhadap masyarakat bisa terganggu. Karena itu, DPRD mendorong agar Pemkab Bengkulu Selatan mengalokasikan anggaran khusus untuk perbaikan RSUD HD Manna dalam APBD tahun 2026.
“Kami berharap ada prioritas perbaikan tahun depan. Ini menyangkut pelayanan dasar masyarakat yang tidak bisa ditunda,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) BS Nuzmanto M. Adil memastikan, bahwa pemerintah daerah tetap memberi perhatian besar pada sektor kesehatan. Menurutnya, Pemkab telah menyiapkan porsi anggaran untuk pembenahan fasilitas rumah sakit dan puskesmas sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Anggaran untuk sektor kesehatan pasti ada karena menyangkut pelayanan dasar. Pemerintah sangat memahami pentingnya fasilitas yang memadai di RSUD,” jelas Nuzmanto.
Ia juga menambahkan, Bupati BS H. Rifai Tajuddin secara khusus menaruh perhatian terhadap peningkatan layanan kesehatan. Namun, upaya perbaikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Kami mohon masyarakat dan DPRD bisa bersabar. Perbaikan dilakukan secara bertahap, tapi komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan tetap kuat,” ujarnya.
Dengan temuan DPRD ini, publik kini menaruh harapan agar Pemkab benar-benar menindaklanjuti kondisi RSUD Hasanuddin Damrah Manna. Sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah selatan Provinsi Bengkulu, fasilitas yang layak menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Sebelumnya, kinerja RSUD Hasanuddin Damrah (RSUD HD) Manna kembali menjadi sorotan. Terbaru, RSUD HD punya utang yang angkanya sangat fantastis. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu dua tahun, rumah sakit daerah ini tercatat sudah memiliki utang yang tembus hingga Rp 25 miliar.