Desa Tanjung Agung Siap Berperan Aktif Turunkan Angka Stunting
Kades Tanjung Agung, Herlin Sumarni, S.Pd siap berpartisipasi dalam penurunan angka stunting, Selasa 16 September 2025. Sumber foto: REGA/RKa--
MAJE – Pemerintah Desa Tanjung Agung Kecamatan Maje menegaskan komitmennya untuk ikut serta dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Kaur.
Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) Februari 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Kaur tercatat hanya 2,8 persen.
Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Bengkulu yang mencapai 18,8 persen, serta prevalensi nasional yang masih 19,8 persen.
Kades Tanjung Agung, Herlin Sumarni, S.Pd menjelaskan, capaian positif tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan ke depan Pemerintah Desa Tanjung Agung bakal berpartisipasi aktif dalam mendukung program percepatan penurunan stunting yang dicanangkan pemerintah daerah.
BACA JUGA:Pemdes Bakal Makmur Laksana Rembuk Stunting, Simak Tujuan Utama Programnya!
“Pemerintah Kabupaten Kaur sudah menunjukkan keseriusannya. Dengan capaian 2,8 persen pada 2024, untuk target tahun 2025 dipatok sebesar 14 persen tentu menjadi tantangan bersama. Karena itu kami dari Pemerintahan Desa Tanjung Agung siap ikut berkontribusi mencapai target tersebut melalui program-program yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Herlin.
Lebih lanjut, ia menuturkan Pemerintah Desa Tanjung Agung memiliki tanggung jawab besar untuk memperkuat pemantauan tumbuh kembang balita, menyediakan makanan tambahan bagi anak-anak serta ibu hamil, dan memberikan edukasi mengenai pola asuh dan pola makan sehat.
Anggaran desa juga diarahkan secara khusus untuk memperkuat layanan posyandu, mendukung kegiatan penyuluhan gizi, hingga memberdayakan keluarga dalam menyiapkan menu sehat berbahan lokal.
Herlin menambahkan, keterlibatan desa menjadi salah satu kunci dalam keberhasilan menekan angka stunting. Menurutnya, peran desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat akan mempercepat proses pencegahan dan penanganan stunting.
Ia berharap, dengan semangat gotong royong serta kolaborasi lintas sektor, Desa Tanjung Agung dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kaur.
“Dengan pendekatan dari desa, kami bisa lebih cepat mengetahui kondisi balita dan keluarga yang rentan, sehingga intervensi bisa dilakukan segera. Kami optimis, jika semua pihak bersatu padu, target ini bukan hanya tercapai, tapi bisa dilampaui,” pungkasnya.