Sutan Mohammad Amin Nasution, Gubernur Pertama Sumatera Utara, Bergelar Pahlawan Nasional
Sutan Mohammad Amin Nasuiton diangkat pahlawan nasional oleh Jokowi. Sumber foto: koranradarkaur.id--
KORANRADARKAUR.ID - Mr. Sutan Mohammad Amin Nasuiton yang dianugrahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden RI Ketujuh, Ir. Joko Widodo di Istana Negara, pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2020.
Mr. Sutan Mohammad Amin Nasution seorang pengacara sekaligus politikus yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Amin Nasution kecil ikut keluarganya merantau ke Aceh, karena ayahnya Mohammad Taif Nasution diangkat menjadi Kepala Sekolah Dasar Melayu di Aceh Besar oleh pemerintah kolonial Belanda.
Ia menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (sekolah dasar untuk keturunan etnis Eropa, Belanda, dan bangsawan Hindia Belanda) dengan berpindah-pindah dari Sabang, Solok, Sibolga, hingga akhirnya menamatkannya di Europeesche Lagere School Tanjung Pinang, Kepulauan Riau pada 1918.
Setelah itu, Amin Nasution sempat mengenyam pendidikan lanjutan di sekolah pendidikan dokter bumiputera (STOVIA) di Batavia.
BACA JUGA:Perjuangan Sudirman, dari Anggota PETA Hingga Ditetapkan Sebagai Jenderal
Rasa cinta tanah air dan jiwa nasionalismenya mulai tumbuh ketika menimba ilmu di STOVIA, sebab di sana ia berinteraksi dengan pelajar progresif dalam organisasi Jong Sumatranen Bond (perkumpulan pelajar/pemuda Sumatera).
Namun, Amin Nasution muda lebih tertarik pada ilmu sosial. Ia kemudian memilih melanjutkan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) dan lulus dengan predikat terbaik.
Prestasinya itu membawanya masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi di Algemeene Middelbare School (AMS) Yogyakarta.
Selama belajar di AMS, Amin Nasution menjalin persahabatan dengan pemuda nasionalis yang bercita-cita Indonesia merdeka, yakni Mohammad Yamin (kelak menjadi anggota BPUPKI dan Menteri pada masa Orde Lama).
Hubungan eratnya dengan M. Yamin makin memperkuat semangat kebangsaan untuk membebaskan rakyat dari penjajahan.
Setelah menamatkan pendidikan di Yogyakarta, pada 1928 Amin Nasution melanjutkan studi hukum di Rechtschoogeschool Batavia (cikal bakal Fakultas Hukum Universitas Indonesia).
Tidak hanya fokus pada studinya, ia juga aktif mengorganisir persatuan pemuda kedaerahan dalam wadah Komisi Besar Indonesia Muda (KBIM), hingga menjadi salah seorang deklarator Sumpah Pemuda 1928.
BACA JUGA:Tokoh Muhammadiyah Jenderal Sudirman yang Membentuk Kepemimpinan Militer Indonesia