Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

KETERLALUAN! Makanan Gratis Diserahkan Bak Makanan Hewan, Dokumentasinya Pakai Nampan Bagus

Beginilah penampakan makanan gratis, Senin 1 September 2025. Sumber foto: koranradarkaur.id--

BINTUHAN – Sungguh tak masuk akal dan keterlaluan, makanan gratis yang diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan Balita di Desa Kepala Pasar Kecamatan Kaur Selatan, Senin 1 September 2025. Kenapa tidak, semua menu makanan mulai dari ayam, nasi, labu siam hingga pisang dicampur aduk ke dalam satu kantong plastik kemudian diserahkan kepada 35 penerimaan manfaat, diantaranya 16 Balita, 11 ibu hamil (Bumil) dan 8 ibu menyusui. 

Cara mewadahi makanan ini terkesan seperti bungkusan makanan hewan. Sementara pada saat dokumentasinya menggunakan nampan bagus, sehingga terkesan waw. Ini harus menjadi catatan penting, sebab program ini pasti menggunakan dana negara. Semua pihak yang bersentuhan dengan prihal ini sebaiknya dievaluasi. Bisa saja kejadian ini tidak di satu tempat saja, ini yang diketahui.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Kaur, makanan gratis ini Program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dikelola langsung Koordinator Lapangan BKKBN Kabupaten Kaur dan Dapur MBG Dapur Yayasan Sriwijaya. Selanjutnya disalurkan Kader Posyandu Desa Kepala Pasar Kecamatan Kaur Selatan kepada penerima manfaat. 

Ketua Kader Posyandu Kepala Pasar, Winarti menyampaikan permohonan maaf kepada para penerima manfaat. Ia menegaskan, penyerahan makanan tersebut merupakan kelalaian pihaknya. Dikatakannya, karena tidak ada wadah sekaligus untuk mempercepat proses pendistribusian kepada penerima manfaat, pihaknya berinisiatif menggunakan kantong plastik. 

"Itu memang kelalaian kami, dan sebelum menyerahkan kepada penerima kami telah menyampaikan permohonan maaf kepada penerima. Kedepan kami akan perbaiki ini, sekali lagi ini memang kesalahan kami," terangnya.

BACA JUGA:BREAKING NEWS!! Parah, Makanan Gratis Gunakan 'Kantong Asoy' Mirip Makanan Hewan

Terpisah, Kades Kepala Pasar Roni Agusman menerangkan, pengelolaan program makanan gratis ini tidak ada kaitannya dengan desa. Mereka hanya  mengetahui program warganya mendapatkan bantuan makanan gratis. Terkait dengan makanan gratis yang disatukan dalam satu kantong plastik dirinya mengaku tidak mengetahui.

"Kami tidak mengetahui kalau makanan gratis untuk Bumil, Balita dan ibu menyusui ini disatukan dalam wadah kantong plastik," ujarnya.

Sementara, Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, M.AP melalui Camat Kaur Selatan Joni Afrizal, ST sangat menyayangkan pendistribusian makanan gratis ini. Menurutnya menu makanan gratis yang dicampur adukan dengan kantong plastik tersebut tidak layak konsumsi. Harusnya pendistribusian makanan gratis menggunakan wadah yang bagus.

"Kalu seperti itu makanan jelas tidak layak itu untuk di konsumsi. Sebaiknya pihak dinas selalu mengecek makanan yang akan diberikan kepada para Bumil. Mungkin itu salah satu bentuk kelalaian dari pihak dinas, karena tidak mengecek makanan sebelum diedarkan," terangnya.

Koordinator Lapangan (Korlap) BKKBN sekaligus Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kaur Lili Suryani, S.Sos menegaskan, tekait dengan wadah makanan gratis yang distribusikan kepada penerima manfaat itu bukan tanggungjawab pihaknya, melainkan dapur yang mengelola. Disini mereka hanya bertugas sebagai pendataan jumlah penerima, pendamping penyaluran hingga memastikan pendistribusian makanan dengan layak. 

"Kalau berkaitan dengan wadah itu bukan tanggungjawab kami," terangnya.

Saat ditanya mengenai pendistribusian makanan gratis menggunakan kantong plastik tersebut pihaknya mengaku sudah mengetahui. Namun pihaknya menerangkan, tidak semua penerima makanan gratis ini menggunakan wadah kantong plastik.

"Mungkin penggunaan kantong plastik ini, untuk mempercepat proses pendistribusian makanan gratis. Tapi kedepan akan kami kontrol terkait penggunaan wadah kantong plastik ini," tutup dia. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan