Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Tan Malaka, Pahlawan Nasional yang Gugur Dalam Pelarian

Sosok Tan Malaka pengarang madilog adalah Pahlawan Nasional dari Sumatera. Sumber foto: koranradarkaur.id--

BENGKULU -Sosok  Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka atau lebih dikenal dengan Tan Malaka merupakan sebagai tokoh revolusioner dan Pahlawan Nasional yang hidup dalam pelarian hampir sepanjang hayatnya.

Pemikiran kritis dan sikapnya yang konsisten menolak kompromi dengan Belanda membuatnya sering berseberangan dengan penjajah dan pemerintah Republik Indonesia kala itu.

Tan Malaka menemui ajalnya setelah ditembak tanpa melalui proses peradilan oleh aparat militer Republik di Selopanggung Semen Kediri Jawa Timur, pada 21 Februari 1949.

Eksekusi dilakukan oleh Brigade Sikatan atas perintah petinggi militer Jawa Timur.

Sosok Pahlawan revosioner dilahirkan di Nagari Pandam Gadang, Sumatera Barat, pada 2 Juni 1897.

BACA JUGA:3 Tokoh Pejuang Nasional yang Keberdaannya Masih Penuh dengan Teka-teki Hingga Saat Ini, Ada Tan Malaka!

Gelar Tan Malaka disematkan kepada Sutan Ibrahim sejak kecil, berasal dari gelar semi bangsawan yang diwarisinya melalui garis keturunan sang ibu.

Tan kecil tumbuh di lingkungan yang religius. Berasal dari keluarga terpandang, Tan Malaka muda berkesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Pada usia 21 tahun, ia menempuh studi di sekolah guru negeri (Inlandsche Kweekschool Voor Onderwijzers) di tanah kelahirannya.

Pada Oktober 1913, ketika usianya menginjak 26 tahun, Tan Malaka meninggalkan kampung halamannya menuju Belanda untuk melanjutkan pendidikan di Rijkskweekschool (Sekolah Pendidikan Guru Pemerintah).

Pengalamannya selama menimba ilmu di negeri itu kemudian dianggap sebagai titik balik yang membentuk pandangan hidup dan pemikirannya.

Setelah menuntaskan studi pada 1919, Tan pulang ke tanah air dan segera tampil sebagai salah satu penggerak utama perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme Belanda.

BACA JUGA:Sosok Pahlawan yang Mati di Tangan Bangsa Sendiri, Inilah Kisah Perjuangan dan Tragis Tan Malaka

Tan Malaka pernah menjadi pengajar bahasa Melayu untuk anak-anak para pekerja perkebunan teh di Deli, Sumatera Utara.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan