Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Sosok Bapak Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, Menteri Anti Korupsi dan Sosok Kesederhanaan

Sosok Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara yang merupakan mantan Menteri Pendidikan Republik Indonesia-Sumber foto: Koranradarkaur.id-

KORANRADARKAUR.ID - Sosok Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara yang merupakan mantan Menteri Pendidikan Republik Indonesia. Nama Ki Hadjar Dewantara begitu lekat dalam sejarah bangsa Indonesia.

Ia dikenal luas sebagai Bapak Pendidikan Nasional, seorang tokoh yang bukan hanya mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, kebangsaan, dan kejujuran dalam setiap langkah hidupnya.

Lebih dari sekadar pejuang pendidikan, Ki Hadjar juga pernah dipercaya menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Republik Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Namun yang membuatnya istimewa bukan hanya jabatan itu, melainkan kesederhanaan dan integritasnya yang teguh dalam menolak segala bentuk korupsi.

BACA JUGA:Siapakah Pahlawan yang Menginspirasi Kemerdekaan? Bukan Hanya Soekarno

BACA JUGA:Bapak Pembangunan, Suharto Terhalang Jadi Pahlawan Nasional, Berikut Pernyataan AII!

Kisah sederhana terjadi ketika ia resmi ditetapkan sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan. Malam itu, Ki Hadjar pulang ke rumah larut malam.

Tidak ada pesta besar, tidak ada keramaian, apalagi jamuan mewah untuk merayakan pengangkatan dirinya sebagai menteri. Padahal, jika mau, ia bisa saja mengadakan pesta dengan undangan tokoh-tokoh penting negara.

Namun, bagi Ki Hadjar, jabatan bukanlah alasan untuk berpesta. Baginya, pengangkatan itu adalah amanah besar yang harus disyukuri dalam hati, bukan dirayakan dengan kemewahan. Sikap sederhana itu juga tampak dari pilihan menu makan malam keluarga pada malam bersejarah tersebut.

BACA JUGA:Sosok Pahlawan Nasional Dibalik Berdirinya GP Ansor, Berikut Sejarahnya!

BACA JUGA:Indera Mahmud Tjaja: Residen Pertama Bengkulu, Tapi Belum Ditetapkan Pahlawan Nasional

Nyi Hadjar Dewantara, sang istri, tidak menyiapkan hidangan khusus. Ia hanya meminta salah satu anak mereka membeli mi godhok dari pedagang kaki lima di pinggir jalan. Maka, malam pengangkatan menteri itu justru dirayakan dengan sepiring mi godhok hangat, disantap bersama keluarga tercinta. Suasana penuh kehangatan keluarga menggantikan pesta megah.

Momen itu membuktikan bahwa kesederhanaan telah benar-benar mengalir dalam darah Ki Hadjar Dewantara.

Dalam pandangan Ki Hadjar, jabatan hanyalah sarana untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, bukan kesempatan untuk memperkaya diri.

“Aku hanya orang biasa yang bekerja untuk bangsa Indonesia, dengan cara Indonesia. Namun, yang penting untuk kalian yakini, sesaat pun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin aku tak pernah mengkorup kekayaan negara. Aku bersyukur pada Tuhan yang telah menyelamatkan langkah perjuanganku," ucapnya saat itu.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan