Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Lestarikan Budaya Daerah, Pemdes Muara Dua Usulkan Aksara Ulu Nasal Masuk Kurikulum SD

Inilah SDN 17 Kaur salah satu sekolah yang bakal diusulkan aksara Ulu Nasal masuk kurikulum, Kamis 17 Juli 2025. Sumber foto: REGA/RKa--

NASAL – Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Dua Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur, tengah mengupayakan pelestarian budaya daerah melalui dunia pendidikan. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah melakukan sounding atau konsultasi, dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur. Terkait rencana memasukkan materi pembelajaran Aksara Ulu Nasal ke dalam kurikulum di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 17 Kaur dan beberapa sekolah dasar lainnya di wilayah desa tersebut.

Kades Muara Dua, Ansori menjelaskan, inisiatif ini muncul dari keprihatinan terhadap generasi muda yang mulai tidak mengenal, apalagi mampu membaca dan menulis Aksara Ulu Nasal, yang merupakan peninggalan budaya nenek moyang. Menurutnya, perkembangan zaman dan kurangnya edukasi membuat keberadaan aksara tradisional ini semakin terlupakan.

“Sekarang banyak anak-anak muda kita yang tidak tahu lagi apa itu Aksara Ulu Nasal. Mereka tidak bisa membaca dan menulisnya. Padahal ini adalah warisan leluhur yang harus kita lestarikan,” ujar Ansori, Kamis 17 Juli 2025.

Dia menambahkan, Pemdes Muara Dua merasa perlu segera mengambil langkah untuk menyelamatkan aksara ini agar tidak punah. Salah satu caranya adalah dengan menjadikannya bagian dari pelajaran di sekolah dasar. Dengan begitu, anak-anak sejak usia dini sudah dikenalkan dan diajarkan cara menulis dan membaca aksara tersebut.

“Iya, kami akan berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan. Kami ingin tahu apakah memungkinkan Aksara Ulu Nasal masuk sebagai pelajaran muatan lokal atau ekstrakurikuler. Kalau tidak bisa masuk kurikulum, kami ingin tahu solusi lain agar aksara ini tetap hidup,” imbuh Ansori.

BACA JUGA: Melestarikan Seni dan Budaya Kaur Penting, Begini Ajakan Wabup untuk Masyarakat

BACA JUGA:Latihan Tarian Adat, Mengenal Kembali Budaya Leluhur Kepada Gen Z

Langkah ini pun mendapat dukungan dari para tokoh masyarakat dan pemerhati budaya setempat. Mereka menilai pendidikan formal adalah cara paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini, termasuk dalam hal pelestarian aksara tradisional.

Rencana ini juga sejalan dengan semangat pelestarian budaya lokal yang kini mulai digalakkan di berbagai daerah. Dengan masuknya Aksara Ulu Nasal dalam dunia pendidikan, diharapkan generasi muda tidak hanya mengenal budaya global, tetapi juga memahami dan mencintai warisan daerahnya sendiri.

"Kami tentu akan berupaya keras agar budaya ini tetap berjalan dan tidak hilang tergerus zaman. Juga penting bagi kami aksara ini masuk dalam kurikulum pendidikan SD di desa kami. Supaya peninggalan ini bisa dipelajari sejak dini.

Harapan kami tentu mendapatkan dukungan dan support dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur nantinya," ujarnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan