Gubernur Bengkulu Menggelar Rapat Revitalisasi Hambatan Pembangunan Rumah Terdampak Gempa
SAPRIAN/RKa Teks: Gubernur Bengkulu menggelar rapat revitalisasi pembangunan rumah terdampak gempa, Senin 07 Juli 2025. Sumber foto: koranradarkaur.id--
BENGKULU - Sebanyak 148 Rumah di Kota Bengkulu dan kabupaten Bengkulu Tengah rusak berat dan rusak ringan akibat gempa dengan berkekuatan magnitudo 6,3 terjadi di wilayah tersebut. Untuk memastikan pemulihan berjalan lancar dan warga bisa segera kembali menempati rumah yang aman dan layak, Gubernur Bengkulu menggelar rapat revitalisasi pembangunan terdampak gempa disalah satu lokasi rumah terdampak Gempa.
Dalam rapat revitalisasi pembangunan terdampak gempa yang dihadiri Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, jajaran BPBD Provinsi dan Kota Bengkulu, Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, serta para warga yang terdampak langsung.
Gubernur Helmi menilai progres pembangunan rumah pascagempa masih berjalan lambat. Oleh karena itu, ia bersama walikota membahas hambatan dalam proses pemulihan tersebut.
"Dimana persoalan ini bahwa bantuan dari pemerintah pusat harus ada mekanisme agar bisa dicairkan sehingga harus dikomunikasikan dengan BNPB pusat," ujar Helmi usai memimpin Rapat Revitalisasi pembangunan rumah warga terdampak gempa pada Senin 07 Juli 2025.
BACA JUGA:Akibat Gempa, Balai Buntar Rusak, Pemprov Bengkulu Masih Izinkan Acara Pernikahan Digelar
BACA JUGA:Puluhan Rumah Hingga Gedung Rusak di Kota Bengkulu Usai Gempa M 6,5
Lebih lanjut, Helmi memperkirakan saat wakil presiden Gibran datang ke Bengkulu mengunjungi rumah Terdampak Gempa di dalam rekening sudah ada 60% dana.
"Rekening itu, sudah ada atas nama masing-masing nama yang punya rumah terdampak akibat gempa, tapi ternyata itu belum bisa dibelanjakan karena masih ada mekanisme yang harus dilalui," lanjut Helmi.
Selanjutnya untuk mempercepat pembangunan rumah yang terdampak gempa, Helmi meminta Wali Kota Bengkulu segera berkoordinasi langsung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di pusat.
"Agar proses administrasi dan pencairan dana bisa dipercepat," lanjut Helmi.
Lebih lanjut, Gubernur Helmi mengatakan bahwa rumah-rumah yang roboh dan warga Terdampak, dimana pemerintah Provinsi Bengkulu sudah difasilitasi tempat tinggal sementara oleh pemerintah bahkan disediakan tempat kos.
“Saat ini ada sembilan rumah yang tidak terakomodir dalam pendanaan dari BNPB. Dari jumlah itu, empat unit sudah dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi dan dalam minggu ini sudah akan dilakukan serah terima. Sisa lima unit lagi ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan,” imbuhnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik rumah, Gubernur Helmi juga menegaskan pentingnya penataan lingkungan. Menurutnya, banyak drainase di kawasan terdampak gempa yang tidak sehat dan rawan menyebabkan penyakit.
“Kita akan tata lingkungan sekaligus. Pemprov dan Pemkot akan menyiapkan bahan bangunan, sementara masyarakat akan dilibatkan langsung dalam proses pengerjaannya,” ungkapnya.