Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Sekolah Adat Muara Dua Kembali Akan Dibahas

Pemdes Muara Dua Kecamatan Nasal akan rapat lanjutan bahas sekolah adat, Selasa 27 Mei 2025-sumber foto: Koranradarkaur.id-

NASAL – Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Dua bersama masyarakat setempat kembali menggagas pembentukan Sekolah Adat sebagai upaya pelestarian budaya dan warisan kearifan lokal.

Rapat pembahasan lanjutan rencananya akan dilaksanakan pada Rabu, 28 Mei 2025, bertempat di Balai Desa Muara Dua setempat.

Kades Muara Dua, Ansori mengatakan, pembentukan sekolah adat merupakan cita-cita bersama antara tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa.

Inisiatif ini berangkat dari keinginan kuat untuk menjaga nilai-nilai budaya, bahasa daerah, serta pengetahuan tradisional agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

BACA JUGA:Usulan Sekolah Adat Telah Direspon, Kapan Pembangunannya? Begini Penjelasan Kades

BACA JUGA:Pemerintah Desa Muara Dua Usulkan Pendirian Sekolah Adat dan Desa Wisata

"Selama ini budaya lokal mulai terpinggirkan, anak-anak kita sudah banyak yang tidak lagi mengenal cerita rakyat, adat istiadat, atau bahasa daerah. Sekolah Adat ini diharapkan bisa menjadi wadah belajar yang membangkitkan kembali nilai-nilai luhur itu," ujarnya.

Ansori menambahkan, pembahasan kali ini akan difokuskan pada beberapa poin penting, seperti pembangunan gedung, penyusunan kurikulum berbasis lokal, perekrutan tenaga pengajar dari kalangan tokoh adat dan budayawan setempat, serta penentuan lokasi kegiatan belajar.

Selain itu, akan dibahas pula upaya kolaborasi dengan pihak luar, seperti dinas terkait, agar pelaksanaan program ini bisa berjalan maksimal.

Rencana Sekolah Adat Muara Dua ini mendapat respon positif dari masyarakat. Banyak pihak menilai inisiatif ini sebagai langkah maju dalam menyelamatkan identitas kultural desa.

Apalagi, di tengah arus modernisasi yang pesat, upaya pelestarian budaya harus dilakukan secara nyata dan berkesinambungan.

"Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi soal jati diri kita sebagai masyarakat adat. Kami berharap sekolah ini benar-benar bisa berdiri dan memberi manfaat nyata," ujarnya .

Ansori menambahkan, untuk informasi lebih lanjut, akan disampaikan setelah selesai acara rapat lanjutan nanti. Harapannya wacana ini bisa benar-benar didukung dan terlaksana.

Supaya sekolah ini bisa berdiri dan menjadi sekolah pertama di Kabupaten untuk menjaga warisan budaya luhur.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan