Pemdes dan Warga Muara Dua Tolak Bantuan Semen dari PT CBS
Warga Desa Muara Dua Kecamatan Nasal tolak bantuan semen dari PT Ciptamas Bumi Selaras (CBS) Jumat 23 Mei 2025. Sumber foto: koranradarkaur.id--
NASAL - Pemerintahan Desa (Pemdes) dan warga Desa Muara Dua Kecamatan Nasal sepakat tolak bantuan semen dari PT Ciptamas Bumi Selaras (CBS).
Keputusan itu disampaikan secara tegas oleh pemerintahan desa, Jumat 23 Mei 2025.
Penolakan itu bentuk kekecewaan atas minimnya kontribusi perusahaan dalam kegiatan gotong royong (Goro) perbaikan jalan poros desa yang telah dilaksanakan sejak, Kamis 22 Mei 2025.
Bantuan semen yang ditolak Pemdes dan warga dari PT CBS sebanyak 20 zak.
Kades Muara Dua Ansori menjelaskan, jalan poros yang diperbaiki ini merupakan akses utama masyarakat menuju permukiman.
Juga merupakan salah satu jalur utama kendaraan pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) PT CBS.
Namun dalam upaya perbaikan jalan, kontribusi dari pihak perusahaan sangat minim.
Mereka hanya sanggup memberikan bantuan 20 zak semen atau senilai Rp 1,4 juta. Nilainya jauh lebih kecil dari partisipasi Koperasi GMS dan petani tumpang sari.
BACA JUGA:Laporan KP GMS Dugaan Penggelapan Uang Plasma Dilakukan PT CBS Kini Naik Penyidikan
"Kalau dihitung, 20 zak semen itu dikalikan dengan harga Rp 70 ribu per sak. Artinya bantuan yang ingin diberikan dalam perbaikan jalan poros ini hanya Rp 1,4 juta. Sedangkan petani tumpang sari memberikan bantuan Rp 6 juta per orang tanpa kami minta dan Koperasi Produsen Graha Mitra Selaras (KP GMS) memberikan 50 zak semen. Seharusnya perusahaan malu terhadap petani dan koperasi. Karena memberikan bantuan lebih besar," tegasnya.
Ansori menilai, tawaran kontribusi yang diberikan perusahaan tidak seimbang dengan peran dan keuntungan yang diperoleh perusahaan dari penggunaan jalan tersebut.
Seharusnya perusahaan lebih besar memberikan sumbangsih dalam giat perbaikan jalan poros ini. Karena jalan ini merupakan jalur utama dalam pengangkutan TBS.
Ansori mengaku, sangat kecewa dengan sikap perusahaan yang dinilai tidak proporsional dan mau untung saja.
Padahal jalan yang diperbaiki ini, juga menjadi kepentingan utama perusahaan.