Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Revitalisasi Jembatan Merah Putih, Rampung Bulan Juni

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu , Tejo Suroso , Senin 19 Mei 2025.-Sumber Foto: koranradarkaur.id-

BENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) saat ini tengah melaksanakan revitalisasi Jembatan Merah Putih yang berada di kawasan Pantai Panjang. Pengerjaan tengah berjalan dua Minggu ditargetkan dalam satu bulan selesai.

"Revitalisasi ini mempercantik jembatan. Sebagai bentuk respon terhadap arahan Pak Gubernur untuk membuat perubahan nyata di kawasan Pantai Panjang, meskipun dengan anggaran yang sangat terbatas" kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu , Tejo Suroso saat ditemui usai rapat efesiensi anggaran, Senin, 19 Mei 2022.

Lebih lanjut Tejo menjelaskan bahwa pekerjaan revitalisasi telah berjalan selama dua minggu terakhir. 

"Revitalisasi Jembatan Merah Putih memang sudah dilaksanakan sejak dua minggu lalu. Arahan pimpinan adalah untuk melihat perubahan apa yang bisa kami lakukan di Pantai Panjang, maka kami mencoba melakukan penataan ulang dengan anggaran yang sangat minim," ujar Tejo.

BACA JUGA:Jembatan Merah Putih di Pantai Panjang, Akan Jadi Ikon Baru Bengkulu

Selain itu, Tejo menambahkan, pekerjaan yang dilakukan mencakup pemasangan tiang, pengecatan, serta pembersihan bahu jalan. Anggaran yang digunakan mencapai sekitar Rp250 juta, yang bersumber dari dana pemeliharaan rutin. 

"Variasi baru seperti ornamen besi dan pemasangan lampu jalan juga akan diterapkan guna mempercantik tampilan jembatan, terinspirasi dari desain di beberapa daerah lain seperti PIK (Pantai Indah Kapuk) dan sejumlah wilayah di Kalimantan," kata Tejo.

Lebih lanjut, mengenai adanya pertanyaan kenapa tidak masuk lelang, Tejo mengatakan hal itu sudah masuk lelang melalui pemeliharaan dana rutin.

“Perubahannya kami buat sederhana, berupa variasi besi dan akan dilengkapi lampu-lampu. Tidak diadakan melalui e-katalog karena ini masuk dalam dana pemeliharaan rutin. Bahkan pengecatan sudah dilakukan,” jelasnya.

Saat ini, progres pekerjaan baru memasuki tahap pengelasan. Mengingat lokasi yang berada di tepi pantai, tantangan teknis seperti korosi menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan pekerjaan selesai dalam waktu satu bulan, dengan perawatan rutin setiap tahun agar tampilan jembatan tetap terjaga.

“Baru pengelasan, karena memang di pinggir pantai. Target kami dalam satu bulan ini selesai, tapi untuk mempertahankan kualitas dan estetika, kami juga akan lakukan pengecatan rutin setiap tahun,” jelas Tejo.

Lebih lanjut, Dinas PUPR juga telah menjalin komunikasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mendiskusikan dan bekerja sama terhadap revitalisasi jembatan-jembatan lain yang ada di Provinsi Bengkulu. Ke depannya, akan diterapkan nuansa merah putih sebagai ciri khas dan identitas visual infrastruktur di daerah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Jalan. Nantinya, jembatan-jembatan yang ada di Bengkulu akan diberi nuansa merah putih. Konsep seperti ini sudah diterapkan di daerah lain seperti Lampung yang memakai nuansa siger,” katanya.

Sebelumnya Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan jembatan tersebut terlihat kusam, dengan kondisi fisik yang memprihatinkan. Banyak bagian jembatan yang sudah rusak dan mulai hancur. Namun kini, dengan pengecatan warna merah putih, jembatan tersebut mulai menarik perhatian masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Panjang.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google