Masyarakat Suku Serawai Mayoritas Nelayan dan Petani
Suku Serawai mayoritas nelayan dan petani yang sudah lama terkenal-sumber foto: Koranradarkaur.id-
koranradarkaur.id - Masyarakat Suku Serawai yang berdiam di Kabupaten Bangkulu Selatan dan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu mayoritas nelayan dan petani.
Bahkan menjadi nelayan dan petani sudah sejak lama yang dilakukan oleh para leluhurnya dan kini sudah menjadi turun temurun pada anak cucu mereka.
Sekarang ini nelayan dan petani sudah melakukan aktivitasnya dengan peralatan yang modern bukan seperti zaman terdahulu masih tradisional.
Perlengkapan dalam mencari ikan sudah menggunakan perahu mesin tempel dan ada bantuan dari pemerintah dan ada pula murni milik nelayan sendiri, begitu pula dengan peralatan pertanian.
Masyarakat di Suku Semende ini sangat kompa dalam mencari rezeki terutama nelayan, karena tiap pergi melaut menggunakan perahu, ada hingga sampai empat orang dalam satu perahu.
Mereka bekerjasama dan selalu menjaga kekompakan dalam mencari ikan dan hasilnya pun nantinya akan dibagi rata kecuali pemilik perahu mendapat pembagian yang lebih.
BACA JUGA:Suku Serawai Memiliki Bermacam Tradisi Unik, Ada Tradisi Baru Lho
BACA JUGA:Suku Serawai Banyak Jadi Perantau, Tradisi Sejak Zaman Dahulu
Hasil tangkapan ikan biasanya di jual di tempat pelelangan ikan (TPI) di pantai pasar bawah, Manna dan bahkan dan tempat tersebut sangatlah ramai tiap harinya.
Dikutip dari laman detik.com, pekerjaan sebagai pelaut yang dilakoni oleh warga Suku Semende yang ada di Bengkulu Selatan ini sudah lama terbentuk sebagai nelayan.
Bahkan dari hasil nelayan banyak juga warga sudah memiliki kebutuhan yang diinginkan seperti tempat tinggal, kendaraan dan lainnya.
Lantaran hasil nelayan pula tak menentu, ada dapat dalam jumlah banyak dan ada pula sedang mendapat musim ikan yang harganya cukup mahal.
Sehingga para nelayan Suku Semende ini sangat bersemangat dalam mencari ikan dan terkadang pula nyawa harus menjadi taruhannya.
Sebab sudah berapa banyak nelayan hingga sekarang tewas akibat perairan laut kurang bersahabat dan banyak pula perahu nelayan rusak akibat terjangan ombak yang cukup besar.