Empat Senjata Tradisional Sumatera Barat yang Paling Ditakuti, Bikin Belanda Ketar-ketir!
Benda pusaka kerambit, senjata tradisional yang ditakuti penjajah Belanda-koranradarkaur.id-
KORANRADARKAUR.ID – Sejarah perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda tak lepas dari peran penting senjata tradisional yang digunakan para pejuang.
Di tanah Minangkabau, Sumatera Barat, terdapat beberapa senjata tradisional yang sangat ditakuti oleh pasukan kolonial karena keampuhan dan keunikan fungsinya di medan tempur. Empat di antaranya adalah Kerambit, Ruduih, Klewang, dan Sumpitan.
1. Kerambit
Kerambit merupakan senjata tradisional yang paling ikonik dari ranah Minang. Senjata ini berbentuk kecil, melengkung seperti kuku harimau, dan biasa disimpan di genggaman tangan secara tersembunyi.
Meskipun ukurannya kecil, kerambit sangat mematikan jika digunakan oleh tangan-tangan terlatih.
Senjata ini memungkinkan penggunanya melumpuhkan musuh dengan cepat dan senyap. Karena bentuknya yang melengkung, luka yang ditimbulkan sangat dalam dan sulit disembuhkan.
BACA JUGA:Dua Benda Pusaka Trisula Sakral Sunan Kudus, Simbol Dakwah Damai yang Terus Dilestarikan
BACA JUGA:Pandangan Islam Terhadap Tradisi Menyimpan Benda Pusaka untuk Tujuan Tertentu
Dalam pertarungan jarak dekat, kerambit menjadi senjata favorit para pendekar Minang dan pejuang gerilya yang melawan penjajah.
2. Ruduih
Ruduih adalah senjata tradisional berbentuk seperti pedang dengan mata yang sangat tajam dan runcing. Senjata ini digunakan untuk pertarungan jarak menengah hingga dekat.
Pada masa penjajahan, ruduih menjadi andalan para pejuang Minangkabau untuk melumpuhkan lawan dalam sekali tebas.
Ketajaman ruduih dan kemampuannya menembus lapisan pelindung musuh menjadikannya momok yang ditakuti tentara Belanda. Ruduih sering dipakai dalam taktik serangan mendadak atau penyergapan malam hari di wilayah perbukitan dan hutan lebat Sumatera Barat.
3. Klewang
Senjata selanjutnya adalah klewang. Meski dikenal juga di daerah lain di Indonesia, versi Minangkabau dari klewang memiliki keunikan tersendiri. Senjata ini menyerupai parang besar, namun memiliki bilah yang melengkung dan tajam di satu sisi.
Klewang sangat efektif dalam pertarungan terbuka, terutama di area yang sempit seperti gang atau lereng bukit. Senjata ini sering digunakan dalam pertempuran frontal melawan tentara Belanda. Klewang bahkan menjadi simbol keberanian dan kegigihan rakyat Minang dalam mempertahankan tanah air.