Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Tradisi Bangunkan Makan Sahur, Remaja Masjid Gunakan Drum Band

Remaja masjid gunakan drum band ajak warga makan sahur untuk berpuasa. Sumber foto: Koranradarkaur.id--

KORANRADARKAUR.ID – Bermacam tradisi yang dilakukan selama bulan suci Ramadan untuk mengajak makan sahur oleh sekelompok remaja Masjid Narussalam dengan menggunakan drum band keliling.

Tradisi yang sudah membudaya dengan anak-anak muda drum band keliling dengan rute keliling Kecamatan Medan Selayang terutama Jalan Bunga Cempaka, Sumatera Utara.

Remaja masjid melakukan drum band untuk mengajak makan sahur pada bulan suci Ramadan ini dimulai pukul 02.00 WIB dini hari dengan melakukan tradisi tersebut dapat membangunkan bagi yang ingin makan sahur. 

Penggunaan alat drum di jalanan pada malam dini hari membuat rasa kegembiraan di bulan Ramadan penuh berkah dan tradisi ini sudah banyak digelar dibeberapa daerah termasuk di Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu.

Karena mengajak makan sahur merpakan perbuatan yang sangat mulya dan dapat menjadi amal ibadah bagi anak muda yang peduli pada umat islam untuk mengajak berpuasa.

BACA JUGA:Kenakalan Remaja di BS Kian Ngeri, Jadi Bandit hingga Pembunuhan, Kapolres : Jangan Biarkan Anak Berkeliaran!

Tradisi bangun sahur dengan menabuh drum ini terbilang unik apa lagi dilakukan pada malam dini hari, kegiatan ini tak lain mengajak warga yang beriman untuk mengerjakan puasa.

Dikutip dari laman bitvonline.com, sekelompok remaja Masjid Narussalam bangunkan sahur dengan menggunakan irama drum band yang sangat meriah membuat malam bulan Ramadan jadi indah.

Dengan mengajak makan sahur guna menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan penuh berkah serta ampunan dan bulan penuh rahmat untuk meningkatkan ketaqwaan. 

Setiap bulan Ramadan remaja masjid serta anak-anak muda menjalankan tradisi membangunkan sahur dengan menabuh drum di jalanan desa di Kecamatan Medan Selayang.

BACA JUGA:Tampil Cantik dan Kekinian, Intip Yuk Ide untuk Model Baju Lebaran 2025 Anak Remaja di Sini!

Pemuda berpartisipasi dalam tradisi memiliki ciri khas tersendiri dalam menabuh drum, baik dari segi ritme, kekompakan, maupun rute perjalanan saat berkeliling desa. 

Bahkan saling bergantian atau bahkan terkadang beradu kreativitas dalam menciptakan suara tabuhan yang sangat khas dan membangunkan warga dengan semangat kebersamaan.  

Kehadiran mereka tidak hanya sekadar menjalankan tradisi budaya yang makin dilestarikan, tetapi juga mempererat hubungan solidaritas serta membangun semangat gotong royong di kalangan anak muda desa.  

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan