Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Ingat Kampung Halaman, Perantau Bangun Masjid Terindah di Sumsel

Perantau sukses bangun Masjid Raya Abdul Kadim di Sumsel, jadi kebanggaan desa, ramai jamaah, tempat istirahat musafir-sumber foto: Koranradarkaur.id-

KORANRADARKAUR.ID – Ini patut dicontoh bagi anak perantau di negeri orang, bila sudah sukses bisa bangun masjid dikampung halaman. Seperti perantau ini, ingat kampung halaman bangunan masjid terindah di Sumatera Selatan (Sumsel). 

Anak perantau sukses dan bangun masjid di kampung halaman bernama Prof. H Abdul Kadim, putra asli Desa Epil Kecamatan Lais Musi Banyuasin Provinsi Sumsel.

Masjid bernama Masjid Raya Abdul Kadim yang dibangun oleh anak perantau di kampung halaman pada tahun 2018, atas pembangunan rumah ibadah mendapat dukungan besar bagi masyarakat luas.

Lantaran bangunan masjid sangat megah dan bahkan termegah di Sumsel hingga sekarang masjid makin ramai jamaah deng didirikan masjid menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat di Musi Banyuasin.

Masjid terindah termegah sering disinggahi para musafir untuk istirahat melepas kelelahan dalam perjalanan jauh dan mereka mengerjakan salat.

Bangunan rumah ibadah yang dibangun anak perantau termegah ketika bulan Ramadan seperti sekarang bertambah ramai jamaah untuk salat tarawih berjamaah dan di masjid sering melakukan buka bersama.

Dikutip dari laman giwang.sumselprov.go.id, Masjid Raya Abdul Kadim merupakan masjid termegah dan terindah yang dibangun anak perantau karena kesuksesannya.

BACA JUGA:Masjid Raya Al-Bantani Atap limas Tumpang Tiga

BACA JUGA:Masjid Riyadhuul Ulum Klasik, Tempat Persinggahan Musafir

Kepala Desa Epil, Armedi mengatakan, anak perantau dulunya sangatlah sederhana dan ketika dirinya merantau ke negeri orang dan menjadi orang sukses dan bahkan sudah membangun masjid megah dan terindah di Sumsel.

Hal ini tentu membuat masyarakat bangga dengan berdirinya masjid yang sudah dimanfaatkan oleh warga dan bahkan masjid tak ada sepi serta dimanfaakan bukan hanya untuk salat juga kegiatan bernuansa islami.

Berkat kerja keras dan semangat dan sukses menjadi anak perantau dan bangun masjid megah dan kini bangunan rumah ibdah makin terkenal dan ramai jamaah.

Pembangunan masjid yang elok tentu dapat membuat warga untuk taat beribadah pada sang penciptanya dengan bangunan ini juga menjadi kebanggaan warga desa khususnya.

Masjid dibangun terbuka oleh umum dan bahkan banyak pengendara juga singgah ke masjid untuk melaksanakan salat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan