Bikin Geleng Kepala! Pelaku "Kudai" Siswi SMP Pemeran Video 25 Detik Bertambah, Berikut Kronologisnya

ROHIDI/RKa DIAMANKAN : Dua pelaku tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur berhasil diamankan Polres BS, Kamis malam (9/11).--

BENGKULU SELATAN (BS) - Pasca remaja berinisial RA (16) pelajar SMAN BS dan bocah inisial MZ (13) pelajar SMPN BS berhasil diamankan Polres BS pada, Kamis malam (9/11).

Banyak fakta baru yang mulai terungkap. Salah satunya yakni bukan hanya RA dan MZ saja yang diduga telah "menggarap" atau melakukan hubungan intim layaknya pasangan suami istri.

Terhadap korban sebut saja Kembang (bukan nama sebenarnya, red) berusia 13 tahun juga siswi SMPN BS yang viral sebelumnya. Namun, diketahui sudah banyak bocah lain yang ikut menggarap korban.

Kapolres BS AKBP Florentus Situngkir, S.IK disampaikan Kasat Reskrim Iptu Susilo, M.H membenarkan, jika memang dari hasil penyidikan terhadap kedua tersangka, pihaknya berhasil mengungkap fakta lain dalam kasus tersebut.

Salah satunya, korban telah melakukan hubungan intim dengan tersangka RA sebanyak delapan kali dan dengan tersangka MZ sebanyak satu kali.

Bukan hanya itu, ternyata beberapa anak yang merupakan tetangga korban juga telah melakukan hubungan intim dengan korban. Namun, perbuatan itu dilakukan di waktu dan tempat yang berbeda.

"Ya, memang dari penyidikan, korban juga diketahui sudah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan beberapa anak tetangga korban. Saat ini masih didalami untuk mengumpulkan alat bukti," ungkap Susilo.

Lebih lanjut Kasat, kronologis peristiwa tersebut berawal pada, Jumat (27 /10) lalu sekira pukul 23.00 WIB. Pada saat itu, orang tua korban  melihat korban yang sedang berada di depan teras rumah.

Kemudian, orang tua korban masuk lagi kedalam rumah. Namun, tak berselang lama orang tua korban keluar lagi dan melihat anaknya sudah tidak ada di teras rumah tersebut. Selanjutnya, orang tua korban pun menunggu korban pulang.

Sayangnya, sambung Kasat, setelah sekitar 5 Menit ditunggu, korban tidak kunjung pulang ke rumah. Sehingga, orang tua korban berinisiatif untuk mencari korban sampai ke belakang rumah.

Saat itu, orang tua korban melihat kedua tersangka keluar dari belakang rumahnya. Lalu, orang tua korban langsung menanyakan sedang apa kepada tersangka. Namun, tersangka justru menjawab tidak ada apa-apa.

Namun, karena masih curiga, orang tua korban berinisiatif lagi untuk memanggil keluarga tersangka untuk menanyakan kembali hal itu. Akan tetapi, tersangka ternyata tetap menjawab tidak ada apa-apa.

Sehingga, orang tua korban  kembali ke rumah untuk menyuruh anaknya pulang. Namun, korban justru berlari dan tidak pulang ke rumah. Kemudian, orang tua korban  pun pulang ke rumah.

Semuanya baru terungkapkan pada esok harinya. Waktu itu, orang tua korban kembali menanyakan kepada korban apa yang telah dilakukan dengan tersangka.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan