Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Benda Pusaka yang Ditakuti Majapahit Saat Perang Paragreg

Kabut tebal dapat muncul secara tiba-tiba, membingungkan pasukan lawan dan memberi keuntungan besar bagi pasukan Bhre Wirabhumi.

Ada pula yang menyebut Kyai Gagak Rimang bisa “menutup mata” lawan, menjadikan mereka seolah buta dan kehilangan arah di medan perang.

Namun seiring waktu, keberuntungan mulai berbalik. Dalam pertempuran besar yang terjadi di sekitar Sungai Brantas, pasukan Bhre Wirabhumi berhasil dipukul mundur oleh pasukan Wikramawardhana.

Konon, kekuatan pusaka mulai melemah karena sang pemilik telah melanggar sumpah leluhur. Akibatnya, Kyai Gagak Rimang kehilangan tuahnya.

BACA JUGA:Lestarikan Warisan Leluhur, Inilah 5 Tradisi Mencuci Benda Pusaka di Ciamis Bulan Rabiul Awal

Bhre Wirabhumi akhirnya ditangkap dan dihukum mati. Sementara itu, nasib pusaka Kyai Gagak Rimang menjadi misteri.

Ada yang percaya pusaka itu dikubur di lereng Gunung Lawu agar tidak jatuh ke tangan musuh, namun ada pula versi yang menyatakan pusaka itu menghilang bersamaan dengan kematian pemiliknya.

Hingga kini, Kyai Gagak Rimang tetap menjadi simbol kekuatan gaib dalam sejarah Nusantara.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa dalam sejarah Majapahit, kekuatan spiritual kerap berjalan seiring dengan ambisi kekuasaan dan intrik politik yang tak terelakkan.

Demikianlah yang dapat disampaikan semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan