Peran Orang Tua dan Guru Penting Cegah Kenakalan Remaja
Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, MAP jelaskan kenakalan remaja hingga peran orang tua dan guru diminta maksimal, Kamis 5 Maret 2026.--
BINTUHAN – Kasus kenakalan remaja di Indonesia menunjukkan tren meningkat. Sepanjang Januari hingga November 2025, tercatat 15.976 laporan tindak pidana perlindungan anak.
Selain itu, kasus perundungan atau bullying juga meningkat 18,7 persen dengan jumlah korban mencapai 14.512 orang.
Data tersebut menunjukkan persoalan kenakalan remaja masih menjadi perhatian serius. Bahkan pada semester I 2025, sekitar 14 ribu anak muda berusia di bawah 20 tahun terlibat dalam berbagai kasus kriminal.
BACA JUGA:Tekan Kenakalan Remaja, Satpol PP Turun ke Sekolah, Fokus Berantas Persoalan Ini
BACA JUGA:Polsek Muara Nasal Fokus Cegah Kenakalan Remaja dan Aksi Kebut-kebutan di Jembatan Manulla
Bentuk kenakalan yang paling sering terjadi antara lain tawuran, perundungan, hingga keterlibatan dalam aktivitas negatif di dunia digital.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., MAP mengatakan, kenakalan remaja dapat dipicu oleh berbagai faktor.
Menurutnya, faktor internal seperti kurangnya kontrol diri dan krisis identitas pada remaja menjadi salah satu penyebab utama.
BACA JUGA:Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying, KUA Muara Nasal Bakal Gelar Penyuluhan
BACA JUGA:Kenakalan Remaja Bengkulu Makin Gila! 20 Remaja Geng Motor Diamankan
“Kenakalan remaja tidak terjadi begitu saja. Ada faktor dari dalam diri anak, ada juga dari lingkungan keluarga dan pergaulan. Karena itu peran orang tua dan guru sangat penting dalam membimbing anak,” ujar Gusril.
Selain faktor internal, kondisi keluarga juga sangat mempengaruhi perilaku anak. Lingkungan keluarga yang tidak harmonis dan kurangnya pengawasan dari orang tua dapat membuat remaja lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan luar.
Faktor eksternal seperti pergaulan dan pengaruh media sosial juga menjadi pemicu meningkatnya kenakalan remaja.
Berbagai konten digital yang tidak sesuai usia sering kali mempengaruhi pola pikir dan perilaku anak jika tidak diawasi dengan baik.