KUA Nasal Dukung Launching Aplikasi Early Warning System, Simak Kegunaannya!
Kepala KUA Kecamatan Nasal Saugus Mariade Fusda, S.Th.I, MM menyampaikan dukungannya terhadap peluncuran Aplikasi Early Warning System, Selasa 30 September 2025. Sumber foto: REGA/RKa--
NASAL – Kementerian Agama secara resmi meluncurkan Early Warning System (EWS) Si-Rukun atau Sistem Deteksi Dini Indonesia Rukun. Aplikasi berbasis website ini dapat diakses melalui laman https://pkubpusat.kemenag.go.id/ews/login dan disiapkan sebagai langkah preventif untuk mencegah serta mengatasi Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan (KSBK).
EWS hadir untuk memudahkan masyarakat melaporkan potensi konflik di wilayahnya. Dengan sistem ini, deteksi permasalahan bisa dilakukan lebih cepat sehingga langkah penanganan dapat segera dilaksanakan sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nasal menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran Aplikasi Early Warning System tersebut.
Kepala KUA Kecamatan Nasal, Saugus Mariade Fusda, S.Th.I, MM menegaskan, kehadiran EWS merupakan inovasi penting dalam memperkuat kerukunan umat beragama di tingkat lokal.
“Aplikasi ini sangat bermanfaat sebagai sarana deteksi dini. Dengan adanya sistem ini, setiap potensi konflik berbasis keagamaan bisa segera diidentifikasi, ditangani, dan diselesaikan dengan pendekatan damai. KUA Nasal tentu mendukung penuh upaya ini,” ujarnya.
Dia menambahkan, partisipasi masyarakat menjadi kunci utama agar aplikasi EWS berjalan efektif.
Tanpa keterlibatan aktif warga dalam melaporkan indikasi permasalahan di lingkungan masing-masing, sistem ini tidak dapat mencapai tujuan optimal.
Untuk itu, KUA Nasal akan berperan aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat paham cara memanfaatkan aplikasi.
Dukungan ini sejalan dengan peran KUA sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama. Dengan hadirnya EWS, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dapat memiliki alat bantu tambahan untuk mencegah potensi konflik sekaligus menjaga stabilitas sosial.
“Kerukunan umat beragama adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang damai. Dengan aplikasi ini, kita bisa mencegah konflik sejak dini sehingga tidak berkembang lebih besar. Ini langkah preventif yang perlu kita apresiasi bersama,” tambah Saugus.
Peluncuran aplikasi EWS juga diharapkan memperkuat sinergi antarinstansi, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga lembaga keagamaan. Semua pihak diimbau untuk bekerja sama dalam mengawal penerapannya, demi terciptanya suasana masyarakat yang rukun, toleran, dan saling menghargai.
Dengan kerjasama dan dukungan dari semua lini. Implementasi EWS bakal menjadi gerakan nyata menjaga kedamaian dan kerukunan di tengah masyarakat," terangnya.