Daun Balakacida untuk Pengobatan Gula Darah dan Efek Sampingnya
Daun balakacida untuk pengobatan gula darah dan efek sampingnya. Sumber foto : koranradarkaur.id--
KORANRADARKAUR.ID - Pengobatan tradisional dan komplementer yang terintegrasi dengan baik dapat meningkatkan hasil kesehatan dengan meningkatkan ketersediaan layanan, terutama di tingkat perawatan kesehatan primer.
Beberapa pengobatan Gula darah yang bisa dilakukan dengan terapi menggunakan tumbuhan, salah satunya Daun Balakacida.
Daunnya berbentuk oval, bagian bawahnya lebih lebar, dan pinggirannya bergerigi. Semakin ke ujung, semakin runcing pula daun.
Daun Balakacida atau dibeberapa tempat memiliki nama lain kirinyuh, siam weed, atau rumput minjangan mengandung beberapa senyawa khas tanaman atau fitonutrien, di anataranya flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid.
Tanaman ini juga kaya akan berbagai mineral yang diperlukan tubuh, seperti kalsium, magnesium, kalium, fosfat, zat besi, dan zink.
BACA JUGA:Diyakini dapat Mengatasi Penyakit Jantung, Obat Para Leluhur, Begini Mengelola Teh Bunga Telang
Gula darah tinggi atau hiperglikemia adalah kondisi naiknya kadar gula atau glukosa di dalam darah. Siapa pun bisa mengalami gula darah tinggi, bahkan pada orang yang tidak menderita diabetes sekalipun.
Orang yang mengalami gula darah tinggi umumnya baru menunjukkan gejala tertentu setelah kondisi ini sudah berlangsung cukup lama atau menimbulkan komplikasi tertentu, seperti kerusakan saraf atau kerusakan ginjal.
Kandungan flavonoid, saponin, dan tanin pada daun Balakacida bersifat antioksidan sehingga melindungi sel pankreas dari paparan radikal bebas.
Sel pankreas bisa rusak akibat radikal bebas dan mengganggu produksi hormon insulin atau hormon penurun gula darah.
BACA JUGA:Cara Mengolah Daun Balakacida untuk Mencegah Risiko Malaria, Praktis Lagi Sederhana
Flavonoid juga mencegah atau memperlambat kematian sel yang bisa memicu luka pada diabetes.
Lagi-lagi, studi yang dilakukan baru sebatas pada uji coba hewan sehingga Anda tidak bisa menjadikan sebagai satu-satunya obat penurun gula darah.
Studi pada hewan juga menunjukkan bahwa flavonoid juga dapat memperlambat kematian sel, yang dapat menjadi faktor pemicu luka pada penderita diabetes.