Tradisi Perang Ketupat Bulan Ramadan di Pantai Pasir Kuning
Perang ketupat bulan Ramadan di Pantai Pasir Kuning merupakan tradisi umat muslim memeriahkan bulan Ramadan. Sumber foto: Koranradarkaur.id--
KORANRADARKAUR.ID – Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang ditungguh oleh umat Islam, di bulan ini banyak tradisi unik.
Bahakan di beberapa daerah ada tradisi perang ketupat, di Pantai Pasir Kuning.
Tradisi yang unik membuat banyak warga dan para pejabat berdatangan menyaksikan keseruan warga melakukan perang ketupat di Pantai Pasir Kuning dalam rangka mmemeriahkan bulan Ramadan.
Bulan penuh ampunan ini merupakan bulan yang membahagiakan bagi umat islam karena selain menjalankan puasa ada tradisi unik yang dapat anda saksikan diberbagai daerah salah satunya perang ketupat di Pantai Pasir Kuning.
BACA JUGA:OPS KETUPAT 2024 DIMULAI! Ratusan Pasukan Gabungan Siap Amankan Lebaran di BS
Perang ketupat yang disaksikan pejabat dan tokoh masyarakat ini berada Desa Setampilang Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung yang sangat meriah.
Perang ketupat sangat seru dan mengundang tawa karena terlihat lucu bahkan terlintas ada rasa kasihan bagi warga yang terkena ketupat dari lemparan dari warga.
Namun tetap seru dan penuh bahagia lantaran ini hanyalah sebuah perang biasa dan bukan perang sungguhan hanya menggunakan ketupat dan merupakan suatu tradisi warisan dari nenek moyang.
BACA JUGA:Ops Ketupat Nala, Ribuan Personel Polda Dikerahkan! Ini Pesan Kapolda
Dikutip dari laman Channel You Tube GARUDA TV, perang ketupat yang dilakukan di Pantai Pasir Kuning sebagai bentuk rasa syukur dipertemukan di bulan suci Ramadan penuh ampunan.
Tradisi sangat seru dan mengundang kegembiraan karena dilakukan oleh para pejabat dan sejumlah tokoh masyarakat di pinggir pantai ditambah suasana yang sejuk dengan pemandangan indah pula.
Tradisi masyarakat yang hanya dilakukan saat menyambut datangnya bulan Ramadan pastinya semakin seru karena ratusan warga pun ikut serta dalam tradisi setahun sekali yang menyenangkan hati.
Tradisi para ketupat ini diawali dengan sebuah pertunjukan tarian tradisional yaitu tari kedidi, tari serimbang dan tari tujuh bidadari dan selanjutnya seluruh tabu dan masyarakat yang hadir akan melakukan doa bersama.
BACA JUGA:Bulan Ramadan, Warga Desa Ini Perang Ketupat dan Arak Makanan Keliling Kampung