Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Cara Pengajuan Program KUR BNI Secara Online dan Inilah Perbandingannya dengan BRI

Program KUR menjadi salah satu solusi pembiayaan yang banyak diminati pelaku UMKM di Indonesia. Program ini disalurkan oleh sejumlah bank milik negara termasuk BRI dan BNI. Sumber foto: koranradarkaur.id--

KORANRADARKAUR.ID - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu solusi pembiayaan yang banyak diminati pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Program KUR ini disalurkan oleh sejumlah bank milik negara, termasuk Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Keduanya menawarkan kemudahan pengajuan, termasuk secara online, dengan bunga rendah dan proses yang relatif cepat.

Bagi pelaku usaha yang ingin mengajukan KUR BNI secara online, langkah pertama adalah memastikan telah memiliki usaha produktif dan layak. Umumnya, usaha telah berjalan minimal enam bulan serta tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau kartu kredit. Selain itu, pemohon harus menyiapkan dokumen dasar seperti KTP, Kartu Keluarga, Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha, serta NPWP untuk pengajuan di atas batas tertentu.

Pengajuan KUR BNI dapat dilakukan melalui laman resmi eform BNI. Calon debitur mengakses situs tersebut, lalu memilih menu pengajuan KUR. Setelah itu, pemohon diminta mengisi data diri secara lengkap, mulai dari identitas pribadi, alamat usaha, jenis usaha, hingga besaran pinjaman yang diajukan. Data yang dimasukkan harus sesuai dengan dokumen resmi untuk menghindari kendala saat proses verifikasi.

Setelah formulir online dikirim, pihak BNI akan melakukan proses verifikasi administrasi. Jika data dinyatakan lengkap, petugas bank akan menghubungi pemohon untuk tahapan selanjutnya, termasuk survei usaha. Survei ini bertujuan memastikan usaha benar-benar berjalan dan sesuai dengan informasi yang telah diisi. Apabila lolos tahap analisis kelayakan, pemohon akan diminta datang ke kantor cabang BNI terdekat untuk penandatanganan akad kredit sebelum pencairan dana dilakukan ke rekening.

Sementara itu, pengajuan KUR di BRI juga dapat dilakukan secara online melalui platform resmi yang telah disediakan. Prosesnya hampir serupa, yakni calon debitur mengisi formulir digital, mengunggah dokumen yang dibutuhkan, lalu menunggu proses verifikasi dari pihak bank. BRI dikenal memiliki jaringan kantor dan unit kerja yang lebih luas hingga ke pelosok desa, sehingga proses survei lapangan sering kali dinilai lebih cepat di daerah terpencil.

Dari sisi plafon pinjaman dan suku bunga, baik BNI maupun BRI mengikuti ketentuan pemerintah terkait program KUR, sehingga bunga relatif sama dan bersubsidi. Perbedaan biasanya terletak pada kebijakan internal bank, seperti kelengkapan dokumen tambahan, kecepatan respons petugas, hingga pendekatan analisis usaha. Sebagian pelaku UMKM menilai BRI unggul dalam pendampingan karena pengalaman panjangnya di sektor mikro, sedangkan BNI dinilai memiliki sistem digital yang semakin terintegrasi dan praktis.

Dalam hal kemudahan akses online, kedua bank terus mengembangkan layanan digital untuk mempermudah calon debitur. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kelengkapan data dan kesiapan usaha pemohon. Baik mengajukan KUR di BNI maupun BRI, kunci utama agar disetujui adalah memiliki usaha yang jelas, pencatatan keuangan yang rapi, serta riwayat kredit yang baik.

Dengan memahami prosedur dan perbandingan ini, pelaku UMKM dapat memilih bank penyalur KUR yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi usahanya. Pengajuan secara online menjadi alternatif praktis, tetapi tetap memerlukan kedisiplinan dalam melengkapi persyaratan agar proses berjalan lancar hingga pencairan dana.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan