Program KUR Motor Peningkatan Ekonomi Pelaku Usaha di Indonesia
Progam KUR salah satu motor peningkatan ekonomi.-Sumber foto : koranradarkaur.id-
Penyaluran KUR untuk sektor manufaktur harus diperluas, baik dari sisi porsi maupun plafon kredit.
Industri manufaktur lokal sangat dibutuhkan untuk menggantikan ketergantungan pada produk impor dan memperkuat pasar domestik.
UMKM di Indonesia saat ini berada dalam situasi yang menantang.
Di tengah perlambatan ekonomi global, daya beli domestik yang menurun dan ketatnya kompetisi pasar, UMKM harus menghadapi realita keterbatasan akses pembiayaan, teknologi, pasar, hingga keterampilan tenaga kerja.
Hasil survei menunjukkan 51 persen pelaku UMKM mengalami kendala akses modal, 35 persen kesulitan mengakses pasar dan promosi, serta hanya sekitar 7 persen yang terhubung ke rantai pasok industri besar.
UMKM silent backbone dari ekonomi Indonesia, menyerap 97 persen tenaga kerja dan menyumbang 61 persen dari PDB nasional.
Artinya, bila tidak ditangani dengan baik, tantangan yang dihadapi UMKM dapat menciptakan efek domino terhadap resiliensi ekonomi nasional.
UMKM adalah aset strategis yang perlu dibangun secara serius dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Pinjaman KUR BRI Rp 50 Juta Untuk UMKM Pemula, Segini Angsurannya!
BACA JUGA:KUR BNI Tawarkan Pinjaman Rp 25 Juta hingga Rp 500 Juta, Ini Simulasi Cicilannya
Sedangkan sistem pengajuan KUR masyarakat atau pemohon memiliki dua pilihan.
Pertama langsung datang ke kantor Bank terdekat dan melalui platform pengajuan online.
Sedangkan dokumen yang perlu disiapkan di antaranya KTP, Nomor Induk Berusaha (NIB), surat pernyataan bahwa usaha telah berjalan minimal selama enam bulan.
Itulah informasi tentang pinjaman KUR, selain itu juga untuk kuota anggaran yang tersedia saat ini yang akan di berikan ke pelaku usaha yang membutuhkan pinjaman.
Dengan program KUR BRI pelaku usaha akan mudah dalam mendapatkan modal usaha, serta bisa meningkatkan usaha lebih maju dan berkembang.